,

18 Hewan Punah yang Ditemukan Kembali

Saat ini, keberadaan hewan-hewan langka dan unik memang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, banyak dari mereka terancam punah akibat lahan tempat tinggal semakin sempit. Bahkan tak jarang penyebab hewan tersebut punah karena tidak bisa bertahan hidup dari alam yang sudah tak bersahabat dan rakusnya perburuan manusia. 
 
Namun, tahukah kamu jika ada hewan yang dulu telah dinyatakan punah dan pernah dianggap tidak ada lagi generasi spesiesnya di muka bumi ini, tapi ternyata mereka masih tetap eksis walaupun jumlahnya sangat sedikit. Sahabat kejadiananeh.com berikut 18 hewan punah di dunia yang akhirnya ditemukan kembali.
 
1. Lonesome George Tortoise di Pulau Pinta
 
Masih satu spesies dari kura-kura raksasa Galapagos Giant yang masuk dalam daftar satwa hewan langka dilindungi. Sayangnya Lonesome George baru ditemukan satu ekor saja di dunia, tidak diketahui pasti apakah kerabatnya masih ada tersisa dibelahan dunia lain. 
 
Lonesome George sendiri merupakan satu-satunya kura-kura langka yang berhasil diselamatkan dari Pulau Pinta. Karena Ras kura-kura purba ini sudah dianggap punah sejak tahun 1971, akibat perburuan daging mereka, dirinya sendiri ditemukan oleh seorang Polisi Hutan. 
 
Saking dianggap penting penemuan tersebut, sampai membuat Organisasi perlindungan hewan langka Charles Darwin Research Station mengumumkan bagi siapa saja yang menemukan Lonesome George lainnya akan diberikan hadiah sejumlah uang sebesar 10 ribu dollar.
 
 
2. Rusa Bertaring Drakula (Kashmir Musk, Moschus Cupreus)
 
Rusa bertaring tajam yang dijuluki sebagai rusa vampir atau drakula ini sudah sekian lama dikira punah lebih dari 68 tahun lalu. Namun klaim tersebut akhirnya dipatahkan oleh para Ilmuwan sejak mereka menemukan kembali penampakannya di wilayah Afghanistan.
 
Hal ini ditegaskan oleh Wildlife Conservation Society (WCS) melalui siaran persnya, si rusa bertaring ini masih ada di area Provinsi Nuristan. Dan sudah terekam lewat video ditempat yang sama yakni seekor rusa betina bersama seekor rusa muda jantan 1 kali, dan rusa betina sendiri. Diperkirakan mereka masih 1 kerabat yang sama.
 
Spesies rusa bertaring ini sudah sangat langka dan merupakan peninggalan hewan asli dari Afghanisthan. Kepunahan mereka disebabkan oleh penduduk Afghanistan sendiri yang memburu kelenjar taringnya sesudah dibunuh. 
 
Harga penjualan kelenjar itu sendiri mencapai 40 ribu dollar per 1 kilogram. Pantas saja nyawa mereka sangat dicari oleh para pemburu rakus. Semenjak penemuan tersebut, badan perlindungan satwa langka bekerja sama dengan pemerintah Afghanistan membuat peraturan keras untuk melindungi hewan langka tersebut dari perburuan ilegal manusia.
 
3. Burung Storm Petrel di Selandia Baru
 
Hewan punah yang ditemukan lainnya adalah Burung Storm Petrel. Memiliki nama latin Oceanites Maurianus, burung yang berasal dari Selandia Baru ini telah dinyatakan punah pada tahun 1850 silam. 
 
Keberadaannya yang sudah tidak pernah terlihat lagi membuat para ilmuwan saat itu mengklaim bahwa burung storm petrel ini benar-benar sudah tidak ada lagi generasinya di muka bumi. Akan tetapi, pada pengamatan yang dilakukan oleh para ilmuwan pada tahun 2003 sangatlah mengejutkan. 
 
Ada beberapa hasil foto yang diambil di daerah Semenanjung Coromandel menunjukkan fakta yang mengejutkan. Keberadaan burung tersebut ternyata masih bisa terlihat di sekitar Pulau Utara dan Teluk Hauraki, Selandia Baru. Diduga spesies yang masih ada saat ini sangatlah sedikit kurang lebih berjumlah 10 ekor, sehingga burung langka yang satu ini masuk kategori sangat terancam punah.
 

Storm Petrel (kiri) dan Gagak Banggai
4. Gagak Banggai
 
Sedangkan hewan punah yang ditemukan kembali adalah gagak banggai. Dengan nama latin Corvus unicolor, burung asli Indonesia ini telah dianggap punah sejak tahun 1885. Meskipun begitu, penampakan burung yang satu ini ditemukan mulai tahun 1991 di kawasan Pulau Peleng. 
 
Sayangnya belum ada konfirmasi pasti tentang berapa jumlah mereka yang masih tersisa. Sampai tahun 2007, seorang ornithologist bernama Mochamad Indrawan berhasil menangkap burung yang satu ini. 
 
Dan 2 tahun kemudian, Pamela C Rasmussen yang datang dari American Museum of Natural History meneliti burung tersebut menyatakan bahwa hewan tersebut merupakan keturunan gagak banggai asli. Status terkini yang dilaporkan dari gagak banggai sendiri sangat terancam punah karena diperkirakan jumlahnya hanya ada 500 ekor saja.
 
5. New Caledonian Crested Gecko
 
Sejak tahun 1866, New Caledenoian Crested Gecko diyakini keberadaan mereka sudah tidak ada lagi. Namun pada tahun 1994 saat terjadinya badai Tropis, sekelompok Gecko langka ini mulai muncul kembali. 
 
Dengan bentuk tubuh aneh mereka, bulu mata diatas pelipis, dan rambut berduri yang memanjang sampai ekornya. Sangat disayangkan jika spesies ini sampai mengalami kepunahan. Untuk itu para ilmuwan mencoba untuk mengembangbiakkan spesies mereka.

6. Takahe Bird
 
Inilah salah satu jenis burung yang tak dapat terbang seperti Kalkun. Sebagai hewan peninggalan prasejarah, Takahe Bird pernah dianggap punah namun dapat ditemukan kembali keberadaan mereka di tahun 1948. 
 
Diketahui jumlah mereka berkisar 200 ekor saja, dan untuk berkembang biak mereka hanya mampu bertelur sebanyak satu sampai tiga saja dalam setahun. Sebab itu pemerintah Selandia Baru, mengeluarkan peraturan untuk melindungi Takahe Bird, agar tidak menjadi bahan perburuan manusia.
 
7. Chacoan Peccary
 
Penampakan Chacoan Peccary sangat mengguncang dunia, sebab spesies hewan langka yang mirip babi ngepet ini sudah lama dianggap tidak ada sejak 10 ribu tahun lalu. Namun kemunculannya di tahun 1974 di Paraguay, Bolivia dan Argentina, membuat para Ilmuwan mempunyai harapan untuk melestarikan spesies hewan yang terancam punah ini.
 

binatang langka purba

Chacoan Peccary (kiri) dan Tree Lobster
8. Tree Lobster
 
Bentuknya mirip sekali dengan Lobster, namun ia sendiri masuk dalam spesies serangga, lebih tepatnya semut raksasa. Lebih dari 70 tahun sudah dianggap lama punah oleh para Ilmuwan, namun di Tahun 1975. Sekolompok ahli biologi hewan menemukan habitat mereka kembali di Ball’s Pyramid, Australia. Sampai dengan saat ini jumlah mereka sudah mencapai 48 ekor setelah berhasil dikembangbiakkan.
 
9. Jurassic Shrimp
 
Ingin melihat udang raksasa? Ukurannya hampir sebesar buaya, kurang lebih panjangnya mencapai 3 meter. Jurassic Shrimp alias spesies udang raksasa ini, dulu dianggap hanya sebagai hewan mitos saja, karena keberadaan mereka sendiri diperkirakan hidup pada 50 juta tahun lalu. 
 
Namun saat diadakan riset penelitian tentang makhluk biologi kelautan, para Ilmuwan tak sengaja menemukan kembali hewan langka tersebut. Pertama ditemukan di laut Filipina pada tahun 1975 dan penemuan kedua di Laut Afrika Selatan.
 

Caspian Horse dan Jurassic Shrimp
10. Caspian Horse
 
Dianggap punah sejak 1000 tahun lalu, namun spesimennya berhasil ditemukan dan untungnya saat percobaan pengembangbiakan yang dilakukan pada tahun 1965. Jumlah kuda langka ini berhasil ditingkatkan sampai berjumlah 900 ekor. Menurut para ahli sejarahwan, Caspian Horse si kuda pendek tapi bukan kuda poni, sudah lama dikenal sebagai hewan tunggangan dan peliharaan di keluarga Kerajaan Persia jaman kuno.
 
11. Burung Pelatuk Paruh Gading
 
Burung langka Campephilus principalis sudah dianggap punah sejak tahun 1944 silam. Namun beberapa ilmuwan masih penasaran dan mencari keberadaan mereka hingga bukti fisik menunjukkan jika hewan ini terakhir terlihat tahun 1987 di Kuba. 
 
Lalu, sekitar tahun 1990 an, banyak ilmuwan yang melakukan penelitian di Bayous Louisiana, dan hasilnya ada rekaman video mengenai burung yang telah dianggap punah tersebut meskipun data ini belum meyakinkan. Sampai kini keberadaan mereka, masih menjadi teka-teki para ilmuwan biologi.

Terror Skink dan Burung Pelatuk Paruh Gading
12. Terror Skink
 
Bernama latin Phoboscincus bocourti, terror skink sudah tidak tercatat dalam daftar hewan yang masih ada sejak 1970an. Sejak penemuannya terakhir pada tahun 1876, hewan ini memang tidak pernah terlihat lagi. 
 
Hingga tahun 2003, hewan tersebut ditemukan kembali di kawasan hutan Ile de Pin, Kaledonia Baru. Ditemukan oleh Ivan Ineich yang datang dari Museum Paris, dan akhirnya binatang langka terror skink ini diabadikan dalam dokumentasi film dan foto di tahun 2005 sebelum dilepaskan kembali ke habitatnya.
 
Populasi Terror Skink yang hidup di pulau tidak terjamah oleh manusia diketahui hanya berjumlah sekitar 250 ekor. Akan tetapi meski jauh dari hunian manusia, pulau ini sangat rawan bencana alam seperti Tsunami yang bisa saja membuat keberadaan mereka benar-benar lenyap dari muka bumi.
 
13. Serangga Lord Howe Stick
 
Masih satu spesies dengan serangga, diketahui Lord Howe Stick atau serangga tongkat besar ini adalah serangga paling langka di dunia. Dengan nama latin Dryococelus australis, serangga raksasa bersayap ini dinyatakan punah sekitar tahun 1930. 
 
Kemudian, ditemukan lagi di tahun 2001 bulan Februari di Kepulauan Lord Howe, serangga ini hanya berjumlah sekitar 450 ekor saja. 
 
Awalnya, serangga ini banyak ditemukan, tapi setelah kapal SS Makambo kandas di pulau tersebut dan secara tak langsung membuat tikus-tikus yang berada di kapal migrasi ke pulau tak berpenghuni itu, dan membuat populasinya makin menurun drastis karena mereka diburu oleh hewan predator tersebut.
 

Kadal Raksasa dan Lord Howe Stick
14. Kadal Raksasa La Palma
 
Kadal dengan nama latin Gallotia Auaritae ini telah dianggap punah sejak lama yaitu sekitar 500 tahun yang lalu. Berkurangnya jumlah kadal ini diduga karena hilangnya habitat hidup dari kadal sejak manusia mulai menempati Pulau Canary dan berkembangnya hewan pemangsa lain. 
 
Kemudian, Luis Enrique Minguez pada tahun 2007 menemukan reptil punah ini lagi. Peneliti satwa liar dari IREC ini akhirnya memotret kadal tersebut di salah satu pohon. Dengan penemuan tersebut, diadakanlah penelitian lanjutan yang menyimpulkan jika kadal tersebut ialah kadal raksasa La Palma. 
 
Bukan hanya itu saja, penemuan kadal lain seperti kadal raksasa El Hierro dan kadal raksasa La Gomera di kepulauan Canary yang masing-masing pada tahun 1974 dan 1996 melengkapi daftar hewan punah yang kembali ditemukan.
 
15. Cuban Solenodon
 
Bernama latin Solenodon Cubanus, hewan berbisa ini terakhir terlihat tahun 1890 yang kemudian dinyatakan punah di tahun 1970. Sangat mengejutkan, pada tahun 2003, hewan tersebut berhasil ditangkap, lalu dokumentasikan dan dipelajari anatominya serta kebiasaan hidupnya sebelum dilepaskan lagi. Dan akhirnya cuban selonodon diberi nama Alejandrito oleh penemunya.
 
Dipenghujung tahun 1861, satwa endemik asal Kuba ini kembali ditemukan oleh Wilhem Peters. Sayangnya spesimen lain dari Solenodon Cubanus tidak pernah dikabarkan lagi sejak 1890. 
 
Hanya ada sedikit sekali informasi berharga mengenai spesies langka tersebut sejak penemuan terakhirnya di tahun 2003. Sampai akhirnya di tahun 2005, jasad Solenodon Cubanus pernah ditemukan namun para Ilmuwan tidak berhasil mencari sarang ataupun kelompoknya.
 

Solenodon Cubanus (kiri) dan Tikus Pinus Bavaria
16. Tikus Pinus Bavaria
 
Microtus bavaricus ialah nama latin dari tikus pinus bavaria. Tikus yang kini berstatus sebagai hewan punah yang dilindungi tersebut awalnya sudah dianggap musnah sejak tahun 1962. Namun, penemuannya kembali di daerah Alphen Bavaria menjawab jika tikus ini tidak sepenuhnya punah.
 
Ditemukan lagi pada tahun 1976 an, setelah itu keberadaan tikus pinus bavaria lainnya belum pernah dilaporkan lagi tahun 2000. 
 
Namun pada tahun 2001 seorang Ilmuwan dari Wina menemukan bangkai Tikus Pinus Bavaria, dan setelah melakukan riset penelitan, DNA bangkai tersebut benar-benar keturunan asli dari tikus pinus bavaria. Tak ada angka akurat pasti mengenai jumlah populasi mereka, para ilmuwan hanya bisa menyimpulkan sementara, kurang lebih berjumlah 48 ekor saja.
 
17. Painted Frog
 
Katak endemik negara Kolombia ini memiliki nama latin Atelopus Ebenoides. Amfibi tersebut telah dianggap punah pada tahun 1995 akibat penyakit jamur Chytridiomycosis yang mewabah di Kolombia. Sempat dikabarkan populasi hewan ini semakin menurun bahkan tidak pernah terlihat lagi. 
 
Akan tetapi di tahun 2006 lalu, painted frog akhirnya berhasil ditemukan lagi oleh tim peneliti dari Universitas Pedagogi dan Teknologi di Kolombia yang dipimpin oleh Proffesor Carlos Rocha, itupun jumlahnya hanya puluhan saja.

 
18. Kokanee Hitam
 
Ikan dengan nama latin Oncorhynchus Nerka Kawamurae ini merupakan ikan sub spesies salmon dari Jepang dan sudah dianggap benar-benar punah spesiesnya sejak tahun 1940. Habitat asli yang mirip ikan bandeng ini bertempat di daerah Danau Tazawa yang memiliki tingkat kadar air asam tinggi.
 
Pernah ditemukan kembali beberapa pasang Ikan Kokanee Hitam pada tahun 2010 lalu, dan sempat ada usaha untuk mengembangbiakkan spesies ikan langka ini dengan menaruhnya di Danau Saiko tapi sayangnya usaha ini gagal total. Untungnya tim peneliti yang berasal dari Universitas Kyoto berhasil menemukan kelompok lain ikan yang berhabitat di Danau Saiko, Jepang. 
 
Sahabat kejadiananeh.com itulah 18 hewan langka yang pernah dianggap punah namun ditemukan kembali, semoga mereka bisa terus dikembangbiakan agar melahirkan generasi-generasi penerus baru dan tidak hanya menjadi kenangan saja dalam dokumentasi peradaban satwa purba di dunia.
 

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kisah lengkap kasus narkoba Restu Sinaga

Foto Telanjang Bulat Model Seksi Spanyol Mirtha Sosa Saat Real Madrid Juara Liga Champions