,

5 Alasan Kenapa Anda Merasa di PHP in

5 Alasan Kenapa Anda Merasa di PHP in | Kali ini kita akan mencoba untuk menjawab pertanyaan anda yang kerap merasa “Kenapa saya di-PHP-in seperti ini (lagi) sih?! Apa salah saya???” Meskipun kita tidak mampu menjawab mengapa anda di-PHP-in, namun kita akan coba beri alasan mengapa anda merasa di PHP in.

1. Ia Memang Kejam

Mungkin ia sudah mem-PHP-in banyak orang dan anda tidak sendirian! Mungkin gebetan anda itu memang orang yang modelnya suka tebar pesona atau sok populer. Menclok sana menclok sini, senyum sana senyum sini. Lalu semua orang menjadi terpikat deh sama dia. Kalo ditanyain mengapa ia begitu, ia pasti hanya akan mengelak dan menganggap dirinya tidak pernah memberi harapan apa-apa.

Atau bisa juga ia seperti dendam dengan anda dan ingin membalas dendamnya. Mungkin waktu kecil dulu anda pernah mencuri permennya, sehingga sekarang saat ia sudah besar dan menjadi cantik/ganteng, ia memberi harapan ke anda, dengan satu tujuan: agar anda menjadi kecewa.

2. Sebenarnya Anda yang Kejam

Nah ini lumayan jahat nih. Sebenarnya anda yang memberi harapan palsu ke orang lain, namun ternyata anda-lah yang di-PHP-in. Tujuannya? Agar anda dikasihani lalu kekejaman anda dapat tertutupi. Dengan demikian anda bisa terus-terusan memberi harapan palsu ke orang lain, namun tidak akan ada yang menyadarinya. Kejahatan yang sempurna. (Baca juga: 7 bagian utama yang di lihat pria dari wanita)

3. Memang Anda Saja yang ‘Ngarep’

Sebenarnya sih sudah jelas ia biasa saja. Bales BBM/SMS/Whatsapp/LINE anda juga sekenanya saja. Seringkali juga hanya diread doang. Itu juga mungkin tidak sengaja, yang memulai pembicaraan juga selalu anda duluan. Ia sih menganggap anda teman saja. Teman yang ganggu. Namun anda merasa setiap kali ia bales, itu merupakan suatu pertanda. Contoh kasus:

anda: Heyyyy!
Gebetan: Oi
anda: Lagi apaaaaaaa???
Gebetan: Lagi tidur
Mendapat balasan tersebut, anda langsung nelpon teman anda:
anda: Bro! Si X suka sama saya bro! Mancing banget bro!
teman: Kenape?
anda: Ia bilang ia lagi tidur! It’s a sign bro! Ia mau ngajak saya tidur bro!
Kalo anda sampe pernah mikir kayak gini, berarti anda dalam masalah.

4. Terlalu Cepat Mengambil Kesimpulan

Jadi ceritanya anda dan si dia sudah dekat. Sudah 3 mingguan dekatnya, tiap hari saling kontak satu sama lain. Intens banget pokoknya. Kemana-mana anda bawa HP. Ke WC bawa HP. Makan bawa HP. Mandi juga HP dibawa. Tiap hari seperti hari Serasa di surga kalau bersama anda. Dan tiba-tiba datanglah hari itu. Hari dimana ia tidak menghubungi anda sama sekali. anda langsung menangis, buat status galau kalau anda lagi di-PHP-in, lari-lari sambil telanjang, lalu terjun ke jurang (hehe belebihan ya..). Padahal sebenarnya HP ia hanya sedang error, sedang tidak ada frekuensi saja. Jadi intinya anda saja yang terlalu cepat mengambil kesimpulan.

5. Ikut-ikutan saja

Jadi sebenarnya anda tidak merasa di-PHP-in. Atau bahkan anda tidak mengerti sebenarnya PHP itu apa. Namun karena semua orang membicarakannya dan anda merasa tua kalau tidak ikutan nulis-nulis status tentang PHP. Meski sebenarnya tidak masuk sama sekali sih. Kayak misalnya:

“Duh ngantuk nih bro. Pengen PHP dech.”

Saran untuk anda kalau tidak mengerti, lebih baik jangan ikut-ikutan. Nanti malah akan membuat anda sendiri malu.
Anda merasa di PHP in? Jadi, masuk ke kelompok yang mana nih kira-kira?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lamar Fairuz, Sonny Sempat Ingin Pingsan! Lha Kenapa?

Video Terlibat Benturan dengan Pemain Deportivo La Coruna, Fernando Torres Nyaris Kehilangan Nyawa…