, ,

5 Fakta Keji dan Mengerikan di Balik Popularitas Starbucks

Tempat minum kopi ini udah jadi bagian dari trend anak muda di Indonesia. Siapa yang minum di Starbucks pasti dianggap punya duit lebih. Padahal di luar negeri harga minuman Starbucks jauh lebih murah timbang tempat minum kopi yang racikan tangan.

Seperti juga perusahaan-perusahaan besar penganut kapitalisme global, Starbucks pun memiliki rahasia-rahasia kelam yang tersimpan rapat-rapat. Berikut ini adalah beberapa rahasia yang sempat diketahui oleh publik.

1. Pumpkin Spice/Bumbu Labu

Sejak debutnya di tahun 2003, menu Pumpkin Spice Latte cukup laris dan penjualannya mencapai 200 juta gelas. Tetapi tak ada orang yang tahu apa sebenarnya Pumpkin Spice itu sendiri. Ketika ditanya mengenai hal ini, pihak Starbucks mengatakan mereka tidak bisa memberikan detail bahan minuman karena merupakan bagian dari rahasia perusahaan.

Pumpkin Spice-Bumbu Labu
Pumpkin Spice-Bumbu Labu [ImageSource]

Bahkan juga ketika ditanya tentang level nutrisi dan kandungan zat-zatnya, pihak Starbucks juga hanya bisa berkilah. Pihak manajemennya hanya mengatakan bahwa bahan untuk Pumpkin Spice dijual bebas di pasaran. Tetapi setelah diteliti ternyata bahan yang dijual bebas di pasaran, berbeda dengan yang digunakan Starbucks.

Suatu ketika ada orang yang berhasil mencuri contoh material Pumpkin Spice ini dan mengadakan pemeriksaan kandungannya. Hasilnya mencengangkan, untuk 63 ons saja, bahan kimia yang terkandung pada Pumpkin Spice dapat menyebabkan sakit kepala yang hebat. Pumpkin Spice juga tidak mengandung pumpkin (labu), dan mengandung zat pewarna “Caramel Color Level IV” yang juga merupakan karsinogen. Yaitu zat penyebab kanker.

2. Perang dengan Petani Kopi Ethiopia

Sejak dulu Starbucks selalu mengaklaim bahwa mereka mendukung kesejahteraan petani kopi di seluruh dunia. Tetapi kasus perseteruan dengan petani kopi Ethiopia ini semakin membuka mata dunia terhadap image palsu Starbucks.

Perang dengan Petani Kopi Ethiopia
Perang dengan Petani Kopi Ethiopia [ImageSource]

Pada tahun 2005, negara Ethiopia mengajukan permohonan “trade mark” untuk produksi kopi petani mereka. Tapi alangkah kagetnya Ethiopia, ketika ternyata Starbucks telah mengajukan permohonan “trade mark” lebih dahulu. Jika Starbucks menang dalam pengajuan ini, maka seluruh produk kopi hasil petani Ethiopia akan dikenal dunia sebagai kopi Starbucks.

Padahal petani Ethiopia lah yang mengembangkan, menanam, dan merawat kopi unik khas negara mereka sendiri. Kopi-kopi yang merupakan salah satu bahan utama yang dipakai oleh Starbucks ini, dibeli sangat murah oleh Starbucks, bahkan hanya seharga 2% dari harga jual produk Starbucks. Bayangkan jika Starbuck memenangkan pengajuan trade mark ini.

3. Logo

Awalnya Starbucks menggunakan Siren (putri duyung) sebagai logo mereka. Menampakkan dada dan ekor ikannya. Logo ini merupakan gambaran dari kota kelahiran Starbucks, yaitu Seattle yang merupakan kota pantai/laut.

Logo Starbucks
Logo Starbucks [ImageSource]

Dalam perkembangannya, logo ini sedikit berubah dengan menghapus bagian bawah Siren itu, yaitu dada dan ekor ikannya. Banyak orang menduga bahwa logo Siren ini jika dibalik akan membentuk lambang kepala Baphomet. Sejenis dewa berhala.

4. Teavana

Pada tahun 2012, Starbucks berniat untuk meningkatkan produksi teh mereka, oleh karena itu mereka membeli sebuah perusahaan teh bernama Teavana. Dengan pembelian boombastis sebesar $650 juta dollar, banyak pengamat yang kemudian memusatkan perhatian pada perusahaan teh itu.

Teh Teavana yang menuai kontroversi
Teh Teavana yang menuai kontroversi [ImageSource]

Yang mereka temukan ternyata sangat mengejutkan. Teh produksi Teavana yang katanya organik, ternyata tidak organik sama sekali. Daun tehnya pun positif memiliki residu pestisida. Selain itu, 77% dari sample test produknya juga tidak lolos standar pasar Eropa karena mengandung pestisida. Bahkan satu produk bisa mengandung 23 pestisida yang berbeda.

Tetapi Starbucks tidak memperdulikan hal ini. Mereka tetap menyajikan produk teh yang berasal dari Teavana sampai sekarang.

5. Siluman

Dengan semangat kapitalisme globalnya, Starbucks merajalela di seluruh dunia dan sempat mematikan pangsa bagi “warung” kopi lainnya. Warung-warung lokal ini melakukan protes terhadap Starbucks sehingga mereka akhirnya menciptakan cara baru.

Warung siluman milik Starbucks
Warung siluman milik Starbucks [ImageSource]

Starbucks membuka warung-warung baru dengan nama berbeda. Tak ada lagi lambang Starbucks dan pelayannya yang berapron hijau. Semua dilakukan dengan image “independent”. Warung-warung Starbucks ini mengaku sebagai warung percontohan dan terinspirasi oleh Starbucks, walau tidak berhubungan dengan Starbucks.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa Starbucks begitu tamaknya, sehingga masih juga mencaplok pangsa pasar “independent” dengan membuka warung independent milik mereka sendiri. Warung-warung ini kemudian disebut warung siluman oleh beberapa jurnalis.

Indonesia kaya akan kopi yang nikmat. Kita seharusnya bisa mengembangkan industri kopi kita menjadi lebih hebat dari Starbucks. Indonesia bisa kok, asal rakyatnya cinta dengan negerinya sendiri.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Cara Anti Mati Gaya Saat Kejebak Macet dalam Perjalanan Mudik

Resep Daging Bumbu Bali Istimewa untuk Sajian Lebaran