,

5 Festival Tradisional Dunia Paling Unik dan Gaul

5 Festival Tradisional Dunia Paling Unik dan Gaul | Festival dapat mengandung makna pesta rakyat yang berkaitan dengan hari bersejarah atau seremoni tradisional. Arti festival sudah berkembang jadi setiap acara besar yang melibatkan massa, tanpa harus berkaitan dengan hari bersejarah. Akan tetapi tetap saja festival yang berkaitan dengan hari bersejarah selalu lebih meriah untuk diikuti. Seperti festival tradisional di bawah ini yang termasuk gokil dan unik yang dikutip dari unikgaul.com

1. El Colacho (Festival Lompati Bayi) (Spanyol)

Acara ini adalah festival Katolik Corpus Christi, dimana para pria akan berlomba melompati bayi yang baru lahir. Tentu saja usai memperoleh izin dari para orang tua bayi itu. Para peserta lomba didandani sedemikian rupa seperti bermain dengan kostum menakutkan, memegang cambuk dll. Tujuannya supaya para pria yang berlomba tersebut membersihkan atau menjauhkan si bayi dari segala kejahatan. Ceroboh memang, namun melompati bayi dianggap adalah cara terbaik. Dilaporkan acara El Colacho telah ada sejak 1620.

2. Hadaka Matsuri (Festival Telanjang) (Japan)

Hadaka matsuri memang sangat terkenal. Mungkin karena festival milik Jepang ini amat unik dimana para peserta hanya mengenakan baju serba minim. Biasanya hanya memakai cawat khas Jepang yang biasa dikatakan fundoshi. Akan tetapi sangat jarang yang benar-benar bermain telanjang. Para peserta boleh memakai baju apapun hanya yang dianggap di atas vulgar. Festival ini diselenggarakan di berbagai tempat di Jepang. Biasanya saat musim panas maupun musim dingin. Dalam festival ini terdapat satu peserta yang benar-benar telanjang. Bagi peserta lainnya yang dapat menyentuh peserta telanjang diyakini akan membawa keberuntungan.

Baca Artikel Sebelumnya: Fakta Paling Menarik Terkait Permainan Monopoli

3. Up Helly-Aa (Festival Barah) (Shetland Islands)

Festival ini adalah penghargaan atas perjuangan Viking di masa lalu. Up Helly-Aa berarti akhir dari hari-hari kudus. Festival barah ini diadakan di Pulau Shetland setiap tahun di tengah musim dingin atau menandai akhir musim natal. Prosesi festival Up Helly-Aa melibatkan ribuan orang dalam acara pembakaran replika kapal Viking yang tingginya mencapai 32 kaki. Karena selalu ada peserta festival yang berdandan dengan kostum feminim, akan tetapi berpostur gagah, mereka menyebutnya ‘Transvestite Tuesday’ atau sang waria perkasa.

4. The Monkey Buffet (Festival Monyet Prasmanan) (Thailand)

Setiap tahun sekitar 600 monyet dari semua provinsi diundang untuk makan buah-buahan dan sayuran yang disajikan dalam prasmanan. Festival tahunan ini diselenggarakan untuk menghormati pahlawan Ramayana, yakni Rama yang dihargai lawan dan mitra. Serta wilayah kekuasaan raka monyet, Hanoman yang sekarang dinamai Lopburi. Dalam festival ini disediakan 3000 kg buah-buahan dan sayuran untuk para monyet.

5. Holi (Festival Rona) (India)

Holi, juga dikatakan festival warna, merupakan festival musim semi yang biasa dilaksanakan umat Hindu. Festival ini populer dilaksanakan di India, Guyana, dan Nepal. Pada hari kedua festival yang dikenal dengan Dhulhendi, setiap orang saling melempar serbuk pewarna dan air yang dilaksanakan sepanjang hari. Festival yang dilaksanakan menuju perubahan ke musim semi, diyakini akan menyebabkan virus demam dan dingin. Dengan saling melempar bubuk berwarna diyakini bermakna sebagai obat untuk mencegah virus yang datang. Warna dari bahan tradisional terbuat dari nimba, kumkum, haldi, bilva, dan flora obat lain yang diresepkan oleh dokter Ayurveda.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gara-gara Akun Wi-fi, Ahok Kembali Dipolisikan Jamaah Majelis Taklim DKI

Payudara 5 Artis Wanita Ini Terpaksa Dioperasi Akibat Kanker & Tumor