,

9 Taman Kota di Jakarta yang Asyik Buat Nongkrong

Selalu ada pilihan, bagi kita warga DKI Jakarta. Apabila merasa bosan berada di pusat perbelanjaan atau wahana rekreasi, maka kita tak perlu bingung tempat mana yang selanjutnya jadi target kunjungan, pasalnya ada banyak sekali “taman kota di Jakarta” yang asyik buat nongkrong dan ampuh sebagai hiburan penghilang rasa jenuh.

Pada umumnya taman kota Jakarta memang tidak memungut biaya sama sekali alias gratis, kecuali tarif untuk parkir kendaraan ala kadarnya. Berikut 9 taman kota terbaik di Jakarta yang sangat direkomendasikan untuk kamu kunjungi ( btw gambar hanya ilustrasi, cari sendiri yah om di Mbah Google 😀 )

1. Taman Menteng

Sejarah berdirinya taman menteng, pada waktu di jaman Belanda masih bernama Viosveld (Voetbalbond Indische Omstreken Sport ), sebuah lapangan terbuka yang masih satu wilayah dengan keberadaan Taman Suropati. Kemudian di tahun 1921, beralih fungsi menjadi stadion bola Persija Jakarta dengan nama Stadion Menteng.

Dan pada tahun 2006, rencana pembangunan taman Menteng membuat para fans Persija Jakarta menjadi sangat kecewa, protes keras dan tidak menginginkan dibangunnya taman tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, para Jackmania pun bisa menerimanya setelah mendengar apa alasan Gubernur Jakarta Sutiyoso membongkar Stadion tersebut dan merubahnya menjadi Taman Menteng.

Sepuluh tahun berselang, saat ini taman Menteng seakan menjadi sebuah Landmark Jakarta, disertai dengan berbagai macam fasilitas yang terbilang cukup lengkap.

Beberapa fasilitas yang bisa kamu temui disana seperti lapangan basket, lapangan futsal kemudian taman bermain anak-anak seperti ayunan, prosotan dan lain sebagainya. Gedung parkiran yang disediakan pun cukup bagus, sehingga aman jika kita akan menitipkan motor kepada tukang parkir yang sedang berjaga.

Taman Menteng ini menjadi incaran banyak warga DKI Jakarta selain wahananya lengkap dan mengasyikan, tempatnya pun strategis karena ada di pusat kota layaknya Central Park di Negara Amerika Serikat (AS).

Untuk detail lokasinya berada di Jalan HOS. Cokrominoto, daerah Menteng, Jakarta Pusat. Untuk mengaksesnya pun bisa melalui Stasiun Cikini, kemudian Bundaran HI (Hotel Indonesia) serta arah menuju Kuningan.

taman kota di jakarta

2. Taman Suropati

Selain Taman Menteng, sekarang kita beralih ke sebelah barat laut. Disini ada sebuah taman rekreasi yang asik dan tidak kalah terkenalnya, yaitu bernama Taman Suropati. Sangat direkomendasikan jika kamu ingin mengunjungi taman ini, hendaknya ketika sore hari, terlebih ketika menjelang waktu senja.

Di taman tersebut, kamu bisa menemukan udara yang begitu segar, karena tertanam cukup banyak pohon dengan dedaunan rimbun.

Letak dari taman ini juga sangat strategis, alias mudah untuk kita temukan. Pasalnya ada di depan Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta. Kemudian di depan taman Suropati pun kamu bisa menemukan banyak sekali patung hasil karya para seniman ASEAN.

Apabila ingin berkunjung malam hari, terlebih ketika weekend, maka kamu akan disuguhi aksi dari para seniman jalanan yang tentunya sangat menghibur. Yang paling menariknya lagi disana ada sebuah pertunjukan dari band lokal atau indie, disertai dengan parade biola yang mengeluarkan suara aduhai merdunya.

Namun yang sangat disayangkan, lahan parkir di taman ini masih tidak tertata baik, bahkan ada sebagian pengunjung sering dikenakan tarif parkir dengan harga tidak masuk akal.

Jika kamu menyeberang ke bagian tengah jalan, maka akan ditemukan sebuah patung pahlawan Pangeran Diponegoro yang sedang menunggangi kuda. Di taman ini terdapat hamparan bunga sangat eksotis, khususnya ketika sore hari telah tiba, sembari menikmati suara air mancur akan menambah kesejukkan.

Sehingga jika kamu berada di taman ini, serasa tidak lagi berada di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta.

Sejarah dari Taman Suropati pertama kali dikenal dengan nama Burgemeester Bisschopplein, sebuah nama yang diambil dari wali kota Batavia (Jakarta) pertama yakni G.J Bisshop di tahun 1916 sampai 1920. Kemudian berganti nama menjadi Taman Suropati, nama ini sendiri diambil dari Untung Suropati, seorang pahlawan nasional yang berasal dari Bali.

3. Taman Cattleya

Apakah kamu pernah mendengar taman ini? Bagi warga DKI Jakarta mungkin tidak asing untuk mendengarnya, tapi belum tentu pernah singgah ke tempat ini, sebab cukup sulit untuk menemukan keberadaan Taman Cattleya.

Padahal sebenarnya sangat mudah aksesnya, berada di Jalan S. parman, Tomang, Jakarta Barat, tepatnya di seberang Mall Taman Anggrek. Tetapi jika kamu masih merasa bingung, tanya saja kepada tukang ojek sekitar, pasti akan langsung diberikan arahan agar bisa sampai ke taman tersebut.

Keindahan yang dimiliki Taman Cattleya hampir sama dengan Taman Situ Lembang, sama-sama ruang terbuka hijau yang memiliki danau buatan yang tentu saja semakin mempercantik suasana sekitar.

Selain danau, banyak sekali terdapat deretan bunga-bunga indah, buah-buahan, trek jogging, tempat bermain anak-anak kecil, taman bunga dll. Wow lengkap banget yah! Tentu saja, sebab luas tanah dari Taman Cattleya sendiri mencapai kurang lebih 3 hektar.

Dan hebatnya tempat tersebut sangat jauh dari gangguan pengemis, pengamen serta pedagang asongan. Wajar bila kenyamanan Taman Cattleya sering dijadikan lokasi pemotretan model serta foto prewedding.

4. Taman Situ Lembang

Kembali lagi ke Taman Menteng dan Taman Suropati, jika kamu berjalan berpuluh-puluh meter dari kedua taman tersebut, maka akan ditemui juga sebuah taman yang bernama Situ Lembang. Di taman tersebut kamu akan melihat sebuah danau buatan yang sering digunakan para pengunjungnya untuk memancing.

Bahkan taman ini pun merupakan sebuah tempat yang paling sering digunakan untuk take syuting Warkop DKI ketika masih eksis alias di masa-masa kejayaannya.

Taman yang bernama Situ Lembang ini pun banyak dikunjungi oleh anak-anak karena ada banyak arena untuk bermain seperti ayunan, putar-putaran, prosotan dan masih banyak lagi permainan lainnya yang bikin betah rekreasi keluarga.

Untuk lokasi tepatnya, ada di Jalan Lembang Terusan D-59, daerah Menteng Jakarta Pusat, gak seberapa jauh dari jarak ke Bundaran HI dan Stasiun Cikini. Hayoo buruan datang, ajak mantan gebetan kamu untuk mampir ke taman situ lembang, tempatnya sejuk banget banyak pohon-pohon rindang, bangku taman dan wifi gratis.

Asal usul Taman Situ Lembang bermula dari sebuah waduk Kali Cideng yang sudah dibangun pada masa pemerintahan Belanda tepatnya pada tahun 1926, sebagai tempat penampungan air yang berasal dari beberapa mata air.

Dan memasuki tahun 1960, ada sebuah panggung terbuka anak-anak yang sering dimanfaatkan oleh Sandiah atau yang lebih kita kenal dengan nama Ibu Kasur, yaitu pembawa acara Taman Indria di TVRI.

Situ Lembang, terdiri dari kata Situ yang memang terdapat waduk, sedangkan nama Lembang karena keberadaannya terletak di jalan Lembang.

Di tahun 1984, Dinas Pertamanan DKI Jakarta merenovasi taman tersebut dan menambah fasilitasnya dengan membuat 4 buah air mancur yang dipenuhi bunga teratai serta sebuah danau pemancingan umum.

5. Taman Langsat

Apakah kamu menyukai tantangan, alias menguji nyali di tempat angker? Jika iya, maka Taman Lansat ini cocok sekali dijadikan rekomendasi, sebagai taman rekreasi horor yang paling tepat untuk kamu kunjungi. Disana terlihat banyak sekali pohon-pohon tua dengan usia ratusan tahun, yang bikin bulu ketek kita merinding disko.

Konon, menurut cerita warga setempat ada beberapa pohon beringin tua yang dihuni oleh kuntilanak, pocong serta genderuwo di tempat tersebut, dan mereka sering melihat penampakannya. Begitu terkenal keangkerannya, sampai-sampai kisah hantu di Taman Langsat pun diangkat ke layar lebar.

Taman Langsat ini berada di Mayestik, Jakarta Selatan dan bersebelahan dengan Pasar Burung Barito. Diresmikan pertama kali pada tahun 2010 oleh Fauzi Bowo, Gubernur DKI kala itu dan memiliki nama resmi Taman Lansia.

Meskipun kata orang Taman Langsat Mayestik terkenal angker, padahal menurut saya tempat ini sangat nyaman untuk refreshing. Disini kita bisa melakukan olahraga jogging track dengan panjang putaran 750 meter, dan banyak bebatuan agak tajam disekitar taman yang enak sekali dipakai buat pijat refleksi kaki.

6. Museum Taman Prasasti

Dahulu taman ini merupakan sebuah pemakaman dari warga negara asing (orang eropa) di era kolonialisme penjajahan Belanda. Namun pemerintah sudah menjadikannya sebagai salah satu Museum cagar budaya kota Jakarta.

Jika kebanyakan taman-taman kota di Jakarta tidak dipungut biaya sepeserpun, berbeda dengan Museum Taman Prasasti. Para pengunjung diharuskan membeli tiket masuk.

Tapi gak usah pelit juga sih, murah banget tiket masuknya, hanya perlu mengeluarkan uang 2 ribu rupiah saja, jauh lebih murah daripada kamu belikan sebungkus rokok hehehe.

Oh iya lupa kasih tahu alamatnya dimana, berada di Jl. Tanah Abang I No.1, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir.

7. Taman Ria Rio Jakarta Timur

Jakarta Timur juga tak mau ketinggalan dengan taman-taman kota yang berada di pusat kota jakarta. Berlokasi di Kayu Putih, Pulogadung Jakarta Timur. Taman Ria Rio atau dikenal juga sebagai waduk Ria Rio, karena dulunya memang bagian dari waduk raksasa yang masih berupa tanah rawa dan dibanjiri air.

Sejak diresmikan pada tahun 2013 lalu oleh Jokowi, Taman Ria Rio penataannya semakin indah saja. Banyak pepohonon teduh dan bangku taman di tempat tersebut. Tempatnya pun sangat bersih dan nyaman.

Disini kita juga bisa menikmati pemandangan danau serta fasilitas internet gratis melalui sambungan wifi. Hampir setiap hari taman ini selalu jadi tempat favorit buat nongkrong, khususnya bagi warga yang tinggal disekitaran pulo gadung.

8. Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat

Ingin melihat pameran flora dan fauna terbesar di Jakarta? Taman Lapangan Banteng adalah tempatnya. Berada di Jalan Lapangan Banteng, tepatnya di samping Hotel Borobudur dan di depan Kantor Kementerian Agama.

Tempat ini memang selalu dijadikan sebagai pameran flora dan fauna setiap tahunnya, selain itu juga sering dijadikan tempat wisata kuliner nusantara yang memamerkan hasil pangan nusa dan produk dalam negeri.

Sejarah dari Lapangan Banteng dulunya adalah hutan rawa-rawa yang terkenal sebagai tempat perburuan hewan liar bagi para orang-orang borjuis Belanda yang tinggal di Batavia alias Jakarta.

Dan setelah memasuki tahun 1970, lapangan banteng digunakan sebagai terminal bus untuk rute dalam dan luar kota. Dan di pertengahan tahun 1993, akhirnya lapangan banteng beralih fungsi kembali sebagai ruang terbuka hijau.

9. Taman Ayodya

Dengan luas sekitar 7 ribu meter persegi, banyak fasilitas nyaman yang bisa kita jumpai di Taman Ayodya, seperti lintasan lari untuk Jogging Track, gazebo, panggung teater, kursi taman serta aneka ragam bunga-bunga taman yang sangat cantik.

Kemudian di bagian tengah-tengahnya terdapat danau buatan menyerupai sebuah pulau penuh dengan dekorasi air mancur serta lampu-lampu berbentuk gurita. Tak hanya itu saja, Taman Ayodya juga dilengkapi dengan layanan Wifi Gratis untuk publik.

Berada di Jalan Barito, Jakarta Selatan. Dulunya tempat ini dikelilingi oleh pasar bunga dan pedagang ikan hias Barito, namun sudah digusur pada tahun 2009.

Taman Ayodya menjadi salah satu tempat paling favorit buat anak-anak muda nongkrong, karena tempatnya memang sangat strategis dan asyik buat pacaran hehehe.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengen Sukses Nurunin Berat Badan? Begini Cara Olahraga yang Bener

Foto Hot Amel Alvi Puting Payudara Kanannya Ngintip