,

9 Tradisi Aneh Suku Afrika Dari yang Nyeleneh Sampai Mengerikan

Mendengar tentang tradisi suku-suku asli pedalaman afrika ini pasti bikin kamu merinding. Bayangkan saja hanya untuk mendapatkan seorang calon istri kesayangan, para lelaki disana harus bertarung sampai mati. Itu belum seberapa, karena masih banyak lagi tradisi aneh di Afrika yang tak kalah nyeleneh dan mengerikannya, sahabat kejadiananeh.com lebih jelasnya simak berikut ini:

1. Bertarung Sampai Mati Demi Mempelai Pengantin

Demi mendapatkan hati si nona manis, cowok-cowok di Afrika rela untuk saling baku hantam di atas ring pertandingan. Tentu saja pertandingan ini resmi dan berlangsung secara sportif di depan masyarakat. Biasanya pertarungan ini terpaksa dilakukan, jika wanita Afrika ketahuan memiliki cinta segitiga.

tradisi aneh suku afrika

Berbeda kalau mereka rela berbagi pacar maka tidak akan ada pertarungan. Namun bila kedua pacarnya tidak ada yang mau mengalah mereka akan bertarung sampai membuktikan siapa yang lebih kuat. Dan sang wanita mau tak mau harus menikah dengan sang pemenang, tragisnya dalam pertarungan ini tak jarang pihak yang kalah mengalami luka berat, cacat hingga meninggal dunia.

2. Berdansa dengan Mayat (Famadihana – Madagaskar)

Jika para keluarga di belahan dunia lain akan menangis serta meratapi almarmum yang telah meninggalkannya, berbanding terbalik dengan Madagaskar di Afrika. Setiap genap 5 atau 7 tahun sekali, para penduduk disana akan melakukan tradisi Famadihana, yakni mengeluarkan mayat dari dalam kubur kemudian mengarak jenazah tersebut keliling desa sambil menari dan bersorak gembira.

tradisi gila afrika

Keluarga dan semua penduduk harus bersuka cita dalam perayaan menyeramkan tersebut, hal ini sebagai bentuk penghormatan serta simbol cinta kepada si almarhum.

3. Berbagi Istri untuk Sahabat lama

Tamu adalah raja terlebih jika tamu itu adalah sahabat lama dari desa seberang. Di wilayah Kenya, Afrika masih ada sekelompok suku pedalaman yang mempraktekkan tradisi aneh bertukar istri. Ketika seseorang bertamu ke rumahnya, mereka bukan hanya diperlakukan bak seorang Raja. Tapi dari makanan, pakaian sampai tempat tidur sudah dipersiapkan untuknya. Dan yang paling gila, istrinya sendiri juga dipersiapkan sebagai bonus menginap.

Tanpa perlu repot-repot meminta, sang pria pemilik rumah akan menawari kepada tamunya apakah ia ingin meniduri istrinya. Sementara mereka asyik berkimpoi, sang suami akan tidur dihalaman depan rumah sampai pagi hari.

Dan ketika kunjungan balik nantinya, tamu tersebut juga akan memperlakukan hal yang sama untuknya. Walah Edann ya cuy :D. Untungnya praktek tukaran istri ini sudah semakin jarang sekarang, semenjak mereka mendapatkan penyuluhan akan bahaya penyakit menular akibat pergaulan seks bebas.

4. Meludahi Bayi Baru Lahir untuk Mengusir Roh Jahat

Suku Masai yang tersebar di Wilayah Kenya dan Tanzania mempunyai ritual unik yang buat kita geleng-geleng kepala mendengarnya. Bermula saat bayi baru dilahirkan di komunitas mereka, sang ketua adat akan meludahi ubun-ubun kepala si jabang bayi. Ini dilakukan agar roh-roh jahat yang menempel pada bayi tersebut hilang, karena Suku Masai meyakini selama janin di dalam rahim ibunya, ia akan ditemani oleh roh-roh jahat.

ritual aneh suku pedalaman afrika

Kemudian ketika ia beranjak dewasa dan ingin menikah. Kedua Orang tuanya akan meludahi kepalanya serta kepala dari calon isrinya sebagai tanda bahwa ia merestui hubungan cinta mereka. Ritual meludah tak habis sampai disini saja, ketika resepsi pernikahan dilangsungkan, pihak dari kedua keluarga akan saling berbaris dan mendekat satu sama lain.

Kemudian mereka akan saling berteriak, menghina, mencaci maki sambil meludahi wajah sepuasnya. Bagi mereka ini adalah cara pendekatan ‘hangat’ agar hubungan besan baru ini semakin akrab dan romantis.

5. Moran, Ritual Kedewasaan Bertarung dengan Singa

Untuk menyambut kedewasaan pria di Suku Maasai, Kenya. Berlaku adat istiadat yang sudah dijalani sejak jaman neneng moyang mereka. Yakni Ritual Moran ,bertarung dengan singa buas hanya bermodalkan sebilah bambu saja.

moran tradition

Meski saat dilepaskan ke dalam hutan tidak sendirian, biasanya berkelompok 5 sampai 7 orang. Namun untuk mengalahkan singa hanya dengan bermodal bambu tentu sangat sulit dan berbahaya.

Terlebih Singa merupakan hewan predator yang hidup berkelompok dan tidak sendirian. Akan ada perlawanan sengit dari kelompok raja hutan ini. Tak jarang, para remaja ini gagal membunuh singa, justru salah satu dari mereka tewas mengenaskan akibat terkaman singa buas tersebut.

6. Minuman Selamat Datang Darah Sapi

Saat kita menginap di hotel biasanya selalu disuguhkan minuman selamat datang. Tapi jangan sedih, saat berkunjung di suku pedalaman Afrika pun kita akan diperlakukan sama seperti itu. Tetua adat akan menyuruh anak buahnya membawakan seekor sapi, kemudian ia akan menusuk sapi malang itu sampai mengeluarkan darah. Darah segar itu kemudian diberikan kepada kita agar diminum sampai habis sebagai tanda kekeluargaan antara orang asing dengan suku mereka. Gimana, berminat cuy?

7. Ritual Kecantikan ala Wanita Afrika

Dibelahan dunia manapun, wanita akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk tampil cantik sempurna. Seperti itu juga yang berlaku bagi Wanita suku pedalaman di Afrika. Ada ritual kecantikan memtato gusi menjadi hitam busik yang sampai kini masih bisa kita temukan.

tradisi mengerikan orang afrika

Menggunakan bahan Shea Butter dicampur dengan minyak panas, kemudian akan ditato dengan sebuah jarum. Memang cukup menyakitkan terlebih gusi merupakan bagian paling sensitif pada mulut. Namun untuk sebuah arti kecantikan, penderitaan ini tidaklah seberapa bagi wanita Afrika. Amajing banget ya cuy 😀

8. Merebus Makanan dari Bekas Air Jenazah

Tradisi mengerikan satu ini mungkin sangat menjijikkan bagi kita. Karena suku Chewa di Malawi mempunyai ritual upacara pemakaman yang sangat mengerikan yaitu ketika salah satu dari mereka ada yang meninggal dunia. Jenazah sang almarhum akan digorok lehernya sampai terbelah ke bagian punggung, kemudian mereka akan menuangkan air segar berkali-kali sampai sisa-sisa darah serta jeroan perut dapat dipastikan benar-benar keluar dan bersih.

Air yang dipakai membasuh tersebut tentu saja dibiarkan tergenang, kemudian mereka menyaringnya dan dimasukkan kedalam wadah penggorengan untuk merebus makanan. Selanjutnya kamu bisa tebak, mereka akan sama-sama memakan makanan yang direbus dari air jenazah tersebut.

Khasiat dari air jenazah ini sendiri diyakini dapat melindungi seluruh penduduk suku Chewa agar tidak diganggu oleh roh-roh jahat serta sebagai penolak bala.

9. Tradisi ‘Pembersihan’ Wanita Perawan

Hal aneh dan gila yang bisa kita jumpai dari tradisi Suku Afrika lainnya adalah ritual pembersihan wanita-wanita yang masih perawan. Tahukah kamu para orang tua disana rela mengeluarkan uang untuk menyewa seorang pria yang dijuluki sebagai Hyena. Sosok Hyena ini memang dikenal sebagai pria sejati, berperut buncit dan soal urusan ranjang mereka memang jagonya.

Tradisi aneh Suku Malawi di Afrika Tengah ini bukanlah bentuk pemerkosaan bagi suku disana. Ketika anak perempuan mereka sudah memasuki masa pubertas (usai mendapatkan haid pertama) maka harus ada uji nyali terlebih dahulu untuk mengusir roh jahat, menghilangkan teluh, kutukan dan penyakit. Para orang tua juga sangat percaya kalau anaknya yang sudah ditiduri oleh sang Hyena, ketika ia berumah tangga nanti akan diberikan kemakmuran oleh para dewa-dewa.

Tradisi Aneh Suku Afrika Dari yang Nyeleneh Sampai Mengerikan

Hanya membayar sekitar 4 sampai 7 dollar kepada Hyena, anak mereka kemudian akan menginap selama beberapa hari sampai dipastikan tubuhnya sudah benar-benar bersih. Dan konyolnya tradisi pembersihan ini tidak hanya dilakukan kepada para gadis-gadis muda saja.

Para janda yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya, setelah jasad sang suami dikubur. Mereka selanjutnya akan melalui tahap pembersihan oleh Hyena, agar tubuhnya kembali suci dan layak untuk dinikahi kembali oleh pria-pria lain di sukunya tersebut.

Tradisi aneh sekaligus mengerikan ini sampai sekarang masih bisa kita temui. Alasan para wanita terpaksa melakukannya karena mereka takut kalau tidak sampai menjalankan tradisi ini, mereka sendirilah atau keluarganya nanti akan menanggung kutukan maupun wabah penyakit mengerikan.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Astaga!! Pria 24 Tahun Nekat Ini Kawin Lari dengan Gadis Kelas Lima SD

Sudah Sering Dipakai Tapi Afgan Masih Canggung