,

Filosofi Melamar Cewek Dengan Berlutut. Biar Kamu Tahu Maknanya dan Nggak Asal Ikut-ikutan Aja!

Setalah menjalin hubungan asmara cukup lama, ada sebuah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh cewek atas cowoknya. Dengan penuh cinta dan harapan, cewek menanti sebuah ucapan “Will you marry me?” dari cowoknya. Paling nggak, cewek menunggu cowoknya bilang, “Besok aku mau ngelamar kamu. Mau ketemu orangtuamu.” Ya, dilamar! Apalagi coba, kalau bukan dilamar? Ini yang ditunggu-tunggu semua cewek dari pacarnya bukan?

Tapi pernah kepikiran nggak sih, kenapa dalam proses lamaran cowok harus menunduk atau membungkuk di depan cewek dengan menyodorkan sebuah cincin? Apalagi kamu sering banget nonton drama Korea, film-film Hollywood, Bollywood, hingga FTV receh Indonesia. Pasti adegan melamar cewek semua seperti itu. Klise? Nah, kali ini Hipwee Boys pengen bahas mengenai adegan cowok melamar cewek yang selalu menunduk dan memberikan cincin untuk cewek. Cekidot!

Sebenarnya gaya menunduk atau berlutut ini memiliki sejarah panjang yang cukup filosofis dari berbagai kejadian

“Will you marry me?” via taurusmansecrets.com

Ya, sejarah membungkuk atau bertekuk lutut untuk melamar cewek sudah ada sejak zaman dahulu kala. Bertekuk lutut bisa diartikan sebagai permintaan maaf, penyerahan diri, rasa malu, atas dosa dalam hal keagamaan. Seperti yang dilakukan umat Katolik dalam sejarah bangsa Eropa. Mereka melakukan itu karena menyerahkan diri kepada Tuhan.

Sementara dikutip dari Lovetoknow, pose seperti ini menggambarkan sebuah loyalitas seorang warga sipil atau ksatria pada kerajaan, atau juga bisa berarti sebuah penghargaan dari Raja/Ratu pada hambanya yang mengabdi-setia. Dengan kata lain, posisi ini menunjukkan perbedaan derajat antara kaum kelas bawah dan kelas atas. Hal yang sama, yang cowok lakukan untuk menghormati, menyerahkan diri, dan ‘mengabdi’ pada cewek dengan cara menikahinya.

Kalau cewek paham soal ini, kemungkinan besar cewek akan menerima lamaran si cowok

Advertisement

Kebanyakan, cewek yang dilamar oleh cowok dengan pose berlutut dan cincin, akan menerima lamaran dari cowok tersebut. Hal ini bukan cuma karena rasa cinta dan kasih pada si cowok. Secara nggak sadar, cewek telah mengakui ‘penyerahan diri’ si cowok padanya. Itu jika si cowok dan si cewek saling memahami makna dari prosesi ini. Tapi di luar semua itu, cewek mana sih yang nggak klepek-klepek kalau dilamar cowok dengan cara seperti itu?

Lalu kenapa harus dengan cincin sebagai barang yang ditawarkan pada cewek? Apakah cincin sebegitu hebatnya bisa menaklukan cewek?

Ikatan suci. via danfil.cz

Sejarah dari Mesir kuno menjelaskan bahwa cincin merupakan sebuah simbol yang nggak berujung. Seperti halnya sebuah pernikahan yang diharapkan oleh semua orang agar terus melaju tanpa akhir. Dan pada saat itu, cincin yang digunakan berbahan dasar rumput alang-alang, karena mereka belum mengenal penempaan besi, hingga emas.

Lain sejarah dari bangsa Eropa, dikutip dari Metro.co.uk, cincin emas merupakan simbol yang dipakai oleh bangsawan untuk melamar cewek yang akan dinikahinya, dan harus dipakai di depan umum. Sementara cincin besi harus digunakan cewek ketika di rumah. Hal ini diperkuat dengan hukum Visighotic Code. Di mana, setiap cewek yang sudah mendapatkan kedua cincin itu, mereka dijanjikan untuk dinikahi oleh cowok yang memberikan cincin tersebut. Dan perubahan bahan dan bentuk cicinnya pun mengikuti perkembangan zaman.

Harusnya, kalau cowok mengikuti pose dan memberikan cincin sebagai lamaran untuk cewek, nggak boleh ada yang namanya perceraian!

Jangan ada cerai di antara kita! via www.zaparzeciherbate.pl

Memang, simbol adalah hal yang paling sulit untuk dipahami. Setelah beberapa lama menikah, nggak jarang banyak pasangan yang menghendaki untuk berpisah. Padahal, kalau pada saat melamar cewek, cowok melakukan pose ini dan memberikan cincin, itu berarti nggak boleh ada kata berpisah. Kecuali memang cewek yang memintanya. Sebab, menurut kepercayaan, seorang yang telah mengabdi pada orang lain, nggak boleh mengkhianati janji dan sumpahnya (seperti ksatria pada Raja/Ratunya). Jelas, itu melanggar sejarah dan kepercayaan yang dianut. Mereka boleh berpisah kalau Raja/Ratu telah merestui kepergiaannya.

Nah, demikianlah menurut sejarah cowok yang melamar cewek dengan berlutut dan memberikan cincin. See? Nggak boleh ada perceraian ketika cowok melakukan hal itu pada saat melamar ceweknya. Karena sikap seperti itu sangatlah sakral. Lagipula, kenapa harus bercerai sih kalau sudah memutuskan untuk menikah? Makanya dipikirin masak-masak kalau mau menikah!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Calon Komisioner KPU Sesumbar Bakal Ada Terobosan Baru di Pileg 2019

Izin Ekspor Freeport Bersifat Sementara