,

Ini Kesan Hakim Militer Tentang Vonis Seumur Hidup

Jakarta, Tengokberita.com – Kolonel CHK Deddy Suryanto menjatuhkan vonis seumur hidup kepada Brigjen Teddy Hernayadi. Hukuman yang cukup berat ini merupakan jalan masuk bagi TNI untuk bersih-bersih perilaku koruptif di dalam institusinya.

Deddy mengawali karirnya sebagai staf di Bagian Hukum Kodam Jayakarta. Kinerja yang bagus dan tegas membawa dirinya pindah tugas sebagai oditur/jaksa. “Sampai 2003 saya oditur (jaksa-red). Di situkan kerjanya membuktikan bersalah. Terbawa dari situ kemudian ke Aceh yang sedang darurat militer. Satgaskum juga bergerak di bidang hukum,” ujar Deddy di kantornya Gedung Pengadilan Militer Tinggi II, Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur akhir pekan lalu.

Sepulang dinas dari Aceh, Deddy diberi kepercayaan menjadi kepala panitera pengadilan militer. Setelah itu karirnya mulai cermelang hingga akhirnya menduduki jabatan Wakil Ketua Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

Tahun 2007 pindah di sini sebagai Waka Pengadilan Militer. Waktu itu banyak perkara aneh-aneh. Setelah itu ke Palembang dan sempat di Makassar. Tahun 2012 saya menjadi hakim militer tinggi di Surabaya, terus perbantukan di sini karena menangani kasus senior-senior Letjen Jaja (purn) yang korupsi. Setelah itu mulai deh di sini,” ujar pria yang akan pensiun tiga tahun lagi.

(Baca: Sumarsono: Hibah TNI/Polri Terpaksa Masuk APBD-P 2017)

Deddy mengatakan, selama jadi hakim militer, perkara Brigjen Teddy adalah kasus yang paling gila. Pasalnya, korupsi ini dilakukan oleh perwira tinggi dengan angka yang fantastis. “Ini yang paling gila, korupsi USD 12,4 juta. Kalau dikali gaji saya, mungkin harus pensiun, mati, hidup kemudian pensiun, mati, hidup lagi baru bisa dapat segitu. Yah mudah-mudahan jangan ada lagi, jangan main-main dengan keselamatan negara,” katanya.

Deddy menceritakan, setiap jabatan khususnya di TNI memiliki tanggung jawab dan tugas yang berat. Seorang prajurit TNI, apalagi perwira tinggi, tidak boleh bermain-main dengan amanah yang diberikan oleh rakyat. “Apalagi sebagai hakim milliter, kita harus sungguh-sungguh, nggak boleh main-main,” bebernya.

Lalu siapa yang menjadi panutan baginya untuk bersikap tegas. Deddy mengatakan dengan tegas, orang tua ada sosok utama dan pendoman hidupnya. “Orang tua saya low profile, dia juga militer. Apalagi ayah saya, dia nggak banyak omong kayak saya. Jadi begitu anak-anaknya nakal, itu matanya (sorotan tajam) sehingga kita enggak berani lihat semua langsung diam. Satu yang saya tangkap dari sosok ayah, dia tanpa banyak bicara, cukup hati nurani yang menilai. Beliau adalah panutan saya,” cetus Kolonel Deddy.

Dalam perkara Brigjen Teddy, pangkat Deddy dinaikkan sementara menjadi Brigjen.Hal itu sesuai dengan UU sehingga saat mengadili Teddy, mereka berdua sama-sama berpangkat Brigjen.

Brigjen Teddy divonis seumur hidup karena terbukti korupsi alat utama sistem pertahanan (alutista) 2010-2014. Salah satu yang dia korup adalah pembelian jet tempur F-16 dan helikopter Apache. Diakumulasi, total yang ia korupsi USD 12,4 juta. Atas pertimbangan itu, Brigjen Teddy akhirnya dihukum penjara seumur hidup, jauh dari tuntutan oditur yaitu 12 tahun penjara.

Source : tengokberita

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Demo Unik yang Dilakukan Oleh Para Cewek di Berbagai Belahan Dunia. Cowok Pasti Senang Nih!

11 Cara Bikin Surprise Ulang Tahun Pacar atau Anniversary yang Mesra dan Anti Mainstream