, ,

Kisah tragis 3 pendaki tewas disambar petir Gunung Prau

Kisah tragis dialami tiga pendaki asal Depok dan Jakarta di Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (24/04/2017) kemarin. Ketiga pendaki yang termasuk ke dalam rombongan 11 pendaki asal Jakarta itu tewas karena tersambar petir.

Para pendaki naik melalui Pos Dieng, yang dalam keadaan hujan pada Minggu pagi. Saat sampai di dekat sebuah menara di puncak, mereka tersambar petir.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Djarod Padakova sebagaimana dilansir AntaraNews.

Ketua Tim SAR Bimolukar, Wahab Abdillah, mengatakan dua pendaki sempat dirawat di RSUD Setjonegoro, Wonosobo. Sementara 6 pendaki lainnya selamat.

Adapun identitas pendaki yang tewas adalah Deden Hidayat Maulana (31), warga Benang VI No. 44 RT 9 RW XI Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukma Jaya Depok, Aditya Agung Dermawan (30), warga Cipinang Muara-2 RT 18 RW II Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Korban ketiga adalah Adi Setyawan (31), warga Cipinang Muara-2 No. 33 RT 5 RW II Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Korban luka yang dirawat di rumah sakit adalah Saiful Ulum (35), warga Kampung Sumur No. 49 RT 9 RW 17 Kelurahan Klender, Jakarta Timur dan Danang (28), warga Cipinang, Jakarta Timur.

“Korban luka maupun yang meninggal dunia sudah dievakuasi ke RSUD Setjonegoro Wonosobo,” tutur Wahab.

Kronologi lengkap

Sementara itu TribunNews melaporkan, rombongan pendaki asal Jakarta itu sedang bermain ponsel dan menaiki pohon beberapa saat sebelum tersambar petir.

Staf Humas Kantor Basarnas Jateng Zulhawari Agustianto mengatakan, rombongan pendaki turun dari gunung pada Minggu (23/04/2017) siang sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, baru jalan beberapa meter, hujan turun dengan intensitas cukup deras. Rombongan pendaki yang berjumlah 11 orang lalu memutuskan untuk berteduh dengan membuat tempat berlindung sementara secara darurat (bivak). Bivak untuk berteduh dibuat di sekitar tower Nganjil.

“Namun, saat berteduh sebagian pendaki bermain handpone. Saat itu langsung tersambar petir,” kata Zulhawari, Senin (25/04/2017).

Sementara itu Staf Humas Kantor Basarnas Jateng,  Maulana Affandi menambahkan, sebelum hujan, para pendaki sempat melakukan foto bersama dengan menaiki tower tersebut.

Sebagian pendaki yang tidak puas berfoto di tower, lalu menaiki sebuah pohon.

“Pendaki yang naik di pohon tersambar petir lalu jatuh ke bawah,” tambah Affandi.

Pendakian ditutup

Terkait dengan tragedi ini, Koordinator Bascamp pendakian Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo Mohammad Athoillah mengatakan, pihaknya melakukan penutupan pendakian sejak Minggu (23/04/2017) sore kemarin hingga Senin (24/04/2017) siang. Semua jalur pendakian, lanjut dia, disepakati untuk ditutup.

Adapun jalur pendakian di Gunung Prau ditutup, antara lain melalui basecamp Patakbanteng, basecamp Dieng, basecamp Kaliembu, basecame Dwarawati, dan basecamp Campurejo.

“Pendakian ditutup sejak Minggu sore. Seluruh jalur sepakat ditutup. Ditutup sampai kapan, kita masih belum tahu, kita menunggu sampai nanti sore,” tutur Atho saat dikonfirmasi, Senin (24/04/2017).

Sementara itu, para pendaki yang masih berada di puncak juga diminta untuk turun semua untuk mengantisipasi kejadian berulang.

Saat ini puncak gunung sudah steril dari pendaki. Gunung Prau sendiri dikenal memiliki panorama alam yang eksotis. Di bagian puncak, terhampar pemandangan gunung-gunung tertinggi di Jawa, seperti Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, hingga Gunung Slamet.

Penutupan jalur memaksa para pendaki yang datang dari sejumlah daerah masih tertahan di basecamp. Mereka dilarang naik untuk sementara waktu.

“Sementara mereka tidak boleh naik, tapi saat ini kebanyakan yang di basecamp mereka yang baru turun dari puncak,” pungkas Atho seperti diberitakan Kompas.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tokoh Muda Golkar Sebut Setya Novanto Sudah Tak Pantas Pimpin Partai

Erwin Aksa: Anies Naik Helikopter Bukan Gaya-gayaan