,

Kota Kutukan Penyihir yang Dihuni Iblis Jahat

Melihat kota-kota yang ada di berbagai belahan dunia ini kita pasti merasa takjub dengan keindahan alam yang dimiliki oleh mereka. Suasana asri, dan ramahnya penduduk disana semakin menambah daya tarik tersendiri.

Namun dibalik keindahan itu semua, ternyata kota-kota ini punya masa lalu kelam yang sarat dengan magis, dari kehidupan para penyihir sampai dikenal menjadi sarang iblis, jin, setan dan besan-besannya. Sahabat kejadiananeh.com, berikut 8 kota kutukan penyihir yang masih dihuni iblis jahat hingga saat ini.

1. Desa Wabah Penyakit Yarumal di Kolombia

Desa terkutuk yang jadi wabah penyakit! Lebih dari separuh penduduknya menderita penyakit Alzheimer, yang rata-rata para penderitanya masih berusia remaja. Disebut-sebut sebagai kutukan demensia yang menimpa Desa Yarumal ini.

Awalnya wabah aneh ini dihubung-hubungkan dengan hal-hal yang berbau mistik. Konon, para penduduk disana sangat yakin bahwa mereka telah terkena kutukan dari seorang Pendeta, akibat salah satu warganya ada yang mencuri uang perbendaharaan Gereja.

Tapi rumor lain mengatakan, ini semua gara-gara ada penduduk yang menebang pohon keramat yang sudah berusia ratusan tahun.

kota kutukan penyihir

Namun setelah dilakukan riset penelitian oleh para ilmuwan beserta ahli medis kesehatan ternyata wabah penyakit aneh ini disebabkan oleh kelainan mutasi genetik, yang diwariskan oleh nenek moyang mereka dari garis keturunan ke tujuh. Dikenal sebagai DNA E280A, dan rata-rata semua penduduknya memiliki seri DNA yang sama.

Pada umumnya memang penyakit Alzheimer rentan diderita oleh orang-orang yang telah berusia di atas 80 tahun, selebihnya 16 persen menyerang usia 40 sampai 65 tahun. Nah anehnya para penduduk disini usia yang terkena penyakit masih sangat muda, usia 14 sampai 20 tahun.

Apakah ini memang benar-benar kutukan? Yang pasti sampai sekarang para Ilmuwan masih melakukan riset penelitian lebih lanjut untuk mengatasi wabah penyakit aneh yang menimpa penduduk Desa Yarumal.

2. Al Jazirah Al Hamra, Uni Emirat Arab

Desa Al Jazirah Al Hamra yang terletak di Uni Emirat Arab bagian timur laut ini dulunya adalah sebuah desa tempat tinggal para nelayan laut dan rata-rata penduduk yang tinggal ditempat tersebut hidup makmur.

Karena mereka tak hanya mengandalkan hasil panen ikan saja melainkan juga dikenal sebagai penghasil mutiara terbaik, hal inilah yang membuat banyak pedagang lintas Negara dari Inggris, Portugis dan Persia tertarik untuk membeli mutiara milik mereka.

Namun semenjak tahun 1968, perlahan-lahan desa ini mulai ditinggalkan oleh para penduduknya secara besar-besaran dan hanya beberapa keluarga yang masih tetap bertahan, itupun mereka bukan penduduk asli hanya orang-orang pendatang saja. Dan tak sampai genap 1 tahun mereka pun juga menghilang entah kemana.

Menurut rumor yang beredar, para penduduk kerap kali diganggu oleh Jin-jin jahat yang suka mencuri harta mereka, bahkan mereka sampai berani memangsa anak-anak kecil untuk dijadikan tumbal.

Entah benar atau hanya perbuatan ‘orang’ saja, tapi setelah wabah penyakit menimpa para penduduk, mereka pun segera bergegas pergi meninggalkan desa tercinta mereka.

Di jaman modern ini, keberadaan Desa Al Jazirah Al Hamra masih bisa kita jumpai sampai sekarang. Tapi keadaannya masih tetap kosong tanpa penghuni satu pun. Tempat ini sering dijadikan lokasi uji nyali untuk para wisatawan asing yang penasaran dengan kisah angker desa tersebut.

3. Kota Ilmu Hitam Bahla, Oman

Kesultanan Oman dikenal sebagai salah satu Negara dengan tingkat toleransi tinggi, keramah-tamahan penduduk serta hampir seluruh daerahnya didominasi penduduk muslim.

Tapi sayangnya disana masih ada minoritas Islam Radikal yang masih mempraktekkan ajaran Khawarij sebagai cikal bakal terorisme khususnya di wilayah Desa Bahla.

Rata-rata para penduduknya terkenal dengan kesaktian ilmu hitamnya, konon mereka pun bisa melepas raganya untuk melakukan teleportasi. Tak aneh jika kita berada disana sangat mudah menemukan rumah-rumah paranormal yang menjual jasa ilmu hitam seperti santet, jual beli jin dan tuyul serta Ilmu Pelet.

Karena ajaran mereka masih menganut okultisme (ilmu sihir) dan bertentangan dengan ajaran Islam. Desa mereka pun dijuluki sebagai desa syaiton yang dilaknat oleh Tuhan.

4. Kota Kegelapan Cinco Saltos, Argentina

Di negara bagian Amerika Latin, kota kecil Cinco Saltos yang berada di Argentina sudah lama dikenal sebagai kota kegelapan. Bukan tidak ada listrik, tapi letak wilayahnya yang memang tersembunyi sehingga hanya sedikit mendapat sinar matahari.

Konon di danau Pellegrini yang berada di pinggiran jantung kota kecil tersebut. Sering dilakukan ritual pemujaan setan oleh para penyihir disana. Bahkan kabarnya mereka sering menculik anak-anak kecil untuk dijadikan tumbal.

Katanya juga, pernah ditemukan kuburan massal anak-anak kecil. Jenazah mereka diperkirakan sudah berusia ratusan tahun, dan rata-rata tubuhnya dijadikan mumi hidup.

5. Kota Kutukan Penyihir di Bhangarh, India

Lain cerita mistis di Argentina lain pula kisah nyata yang terjadi di India. Ditempat ini ada sebuah situs peninggalan sejarah bernama Bhangarh Port (benteng pertahanan kota) yang dijuluki sebagai kota hantu terkutuk.

Begitu angkernya tempat ini sampai media internasional pun menjadikan situs benteng ini sebagai tempat bersejarah paling menyeramkan di dunia.

Percaya tidak percaya, sejak rangkaian peristiwa beruntun yang menimpa para turis dan wisatawan, sampai membuat pemerintah India mengeluarkan peraturan jam kunjungan, bahwa semua turis dan wisatawan harus meninggalkan situs Bhangarh Port sebelum matahari tenggelam.

Sejarah dari Benteng pertahanan Bhangarh Port ini dulunya, didirikan oleh seorang putri cantik bernama Bhangarh Ratnavati pada tahun 1573. Dimasa itu ada seorang penyihir terkenal bernama Singhia yang jatuh cinta pada sang putri. Sayangnya cinta sang penyihir bertepuk sebelah tangan, dan putri tersebut menolaknya mentah-mentah.

Merasa sakit hati membuat Singhia berencana menggunakan ilmu hitamnya alias pelet agar sang putri jatuh cintrong berat dan ia bisa menikahinya. Tapi baru saja ia melakukan tapa semedi dalam ritual ghaibnya, Singhia keburu ditangkap oleh para pengawal putri Bhangarh Ratnavati.

Ia pun dijatuhi hukuman mati, tapi sebelum eksekusi mati dijalankan Singhia sempat mengutuk putri tersebut beserta rakyatnya bahwa mereka akan mati mengenaskan, tanpa memiliki keturunan dan silsilah mereka akan dihapus dari muka bumi.

Entah kebetulan atau tidak, selang beberapa tahun kemudian, terjadi peperangan hebat. Kerajaannya kalah dan ditaklukkan oleh musuh. Sang putri beserta keluarga dan rakyatnya dibantai dengan kejam dengan cara kepalanya digorok tepat di depan benteng Bhangarh Port.

Konon sampai kini pun masih sering terdengar suara jeritan tangis yang menyayat hati, diduga mereka adalah arwah-arwah korban pembantaian yang mati penasaran.

6. Kota Kematian di Dargavs, North Ossetia-Alania

Kota Dargavs yang terletak di North Ossetia-Alania (Negara persemakmuran Rusia) terkenal dengan julukan sebagai kota kematian, pasalnya hampir seluruh area kota ini bukanlah gedung bangunan melainkan pemakaman kuno yang memiliki ruang bawah tanah bertingkat persis seperti labirin.

Dan sampai kini pun jika kita berkunjung ke tempat ini, akan menemukan sebuah perahu besar yang dipenuhi tulang belulang manusia. Karena Ossentia, julukan penduduk asli disana yang hanya terdiri kurang dari 157 Kepala Keluarga, selalu mengebumikan keluarganya begitu saja tanpa dikubur dan meletakkanya diatas perahu.

desa penyihir

Menurut kepercayaan mereka, orang-orang yang telah meninggal dunia arwahnya akan berangkat ke surga dengan menggunakan perahu tersebut.

Dan selang satu bulan kemudian, mereka akan melemparkan sebuah koin ke dalam sumur dalam yang berada tak jauh dari letak makam perahu. Jika terdengar suara keras dari koin yang menyentuh dasar sumur itu tandanya arwah tersebut sudah sampai di surga. Dan jika belum mereka akan mengulanginya lagi minggu depan, siapa tahu aja beruntung 😀

7. Kota Penyihir Canewdon, Inggris

Dibalik ke modern nan kota East Anglia yang berada di Inggris timur ini ada sebuah legenda menyeramkan tentang kehidupan para penyihir di masa lalu. Dikisahkan bahwa kota ini dimasa lalunya sarat dengan unsur supranatural, dan tempat pendidikan para penyihir terbaik di dunia.

Dan konon disana juga pernah terdapat Gereja Setan untuk memanggil Raja Iblis Lucifer dari Neraka. Meskipun kini masyarakat Inggris dikenal sudah sangat maju dan tak percaya hal-hal mistis seperti itu.

Tapi fakta yang harus digaris bawahi adalah kota East Anglia memang tercatat dalam sejarah sebagai tempat pengadilan yang mengeksekusi mati para penyihir di abad ke 16.

8. Desa Penyihir yang Terkutuk di Trasmoz Spanyol

Lebih dari berabad-abad tahun Desa Trasmoz yang berada di Negara Spanyol dikucilkan oleh masyarakat desa lain yang tinggal berdekatan dengan wilayahnya. Sebab, desa tersebut sudah lama dikenal sebagai surga para penyihir tumbuh subur sejak abad ke 13 dimana mereka masih keturunan Arab, Yahudi dan Kristen.

Saat itu masyarakat Trasmoz dikenal profesinya sebagai dukun, penyihir dan ahli ilmu hitam. Dan jasa mereka sering dijadikan langganan oleh para pejabat kerajaan yang mengambil jalan pintas untuk menyingkirkan para saingannya.

Begitu terkenalnya ilmu santet mereka sampai hal ini membuat resah masyarakat dan mengadukannya kepada Uskup Agung Tarazona, selaku kepala biara Veruela. Tak mau diperingati dan disuruh bertobat oleh Uskup Agung Tarazona.

Pedro Manuel Ximenez de Urrea sang penguasa Desa Trasmoz malah mengangkat senjata untuk menantang Uskup Agung. Hampir terjadi peperangan hebat antara penyihir dengan biarawan Tarazona, kalau saja Raja Ferdinand II tidak ikut campur.

desa yang dikutuk penyihir

Sang Raja menilai tindakan Pedro Manuel dan masyarakat Desa Trasmoz bersalah, karena telah membuat persekutuan dengan Iblis. Melalui tangan Paus Julius II, hukuman berupa ‘kutukan’ dan dikucilkan masyarakat pun dijatuhkan kepada Desa Trasmoz.

Selang beberapa tahun kemudian, terjadi pergolakan massal. Masyarakat di wilayah lain bersatu untuk memerangi desa Trasmoz. Mereka membakar kuil-kuil pemujaan iblis, Kastil megah, rumah-rumah penyihir di tahun 1520.

Dan dari 10 ribu orang, sebagian mati terbunuh dan melarikan diri, tersisa hanya 62 orang saja yang masih bertahan di Desa Trasmoz sampai sekarang. Tokoh penyihir terkenal yang mati terakhir adalah La Tia Casca, ia dibunuh dengan cara dimasukkan hidup-hidup ke dalam sumur pada tahun 1860.

Konon, sampai detik ini tidak ada satupun Paus lain yang bersedia untuk mencabut kutukan yang menimpa desa penyihir Trasmoz di Spanyol.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nengokin Lagi Sejarah Pancasila Lewat Film ‘Pantja Sila: Cita-cita & Realita’ (dan Beberapa Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Filmnya)

Kasus Mirna Salihin, terkuaknya misteri uang Rp 140 juta