,

Misteri Anak-anak Hijau dari Woolpit (Green Children of Woolpit)

Di desa Woolpit Inggris kisah anak-anak hijau sangat melegenda. Meski terdengar seperti cerita dongeng, namun sebagian besar masyarakatnya masih tetap mempercayai bahkan para generasi keturunannya masih bisa dijumpai hingga kini. Konon anak-anak misterius tersebut tidak mau makan seperti pola makan manusia pada umumnya, mereka hanya mengkonsumsi kacang hijau saja. Mungkin kalau mereka doyannya makan terong, tubuhnya bisa berubah menjadi warna ungu :D.

Ok sahabat kejadiananeh.com, daripada menebak-nebak yang gak jelas juntrungannya, langsung saja kita garukk informasinya.

Mengutip dari mysteriouspeople.com. The Mystery of the Green Children of Woolpit atau misteri anak-anak hijau dari Woolpit ini populer di abad ke 12, tepatnya di masa pemerintahan Raja Stephen tahun 1135 sampai dengan 1154 Masehi.

anak anak hijau

Cerita bermula saat kejadian aneh di desa Woolpit, Suffolk dekat perbatasan kota Bury St. Edmunds. Penduduk yang saat itu tengah memanen ladang tiba-tiba dikejutkan dengan dua sosok anak kecil yang muncul dari lubang parit yang biasa digunakan oleh mereka sebagai perangkap serigala.

Aneh tapi nyata, kulit bocah perempuan dan laki-laki itu berwarna hijau, dari wajah hingga seluruh bagian tubuhnya. Mereka pun juga mengenakan pakaian yang asing, seperti berasal dari peradaban dunia lain. Tampak kedua bocah tersebut merasa kebingungan dengan suasana disekelilingnya, para penduduk pun menghampiri dan bertanya kepada mereka. Namun tidak seorang pun dapat memahami bahasa anak-anak hijau ini saat berbicara.

Mereka pun akhirnya membawa ke rumah Sir Richard de Calne, seorang saudagar kaya raya pemilik dari beberapa perkebunan dan peternakan di desa Woolpit. Richard memberi nama bocah perempuan itu Agnes sedangkan adiknya tidak diceritakan siapa namanya, kemungkinan besar mang dadang kayanya.

Ketika tinggal di rumah Sir Richard de Calne, anak-anak berkulit hijau itu tidak mau makan sama sekali meskipun sudah disediakan berbagai macam menu makanan. Sampai tak sengaja mereka melihat seorang pekerja di rumah Sir Richard sedang membawa bungkusan kacang hijau, tiba-tiba mereka memintanya dan dengan lahap memakannya.

Selang beberapa tahun kemudian, anak-anak aneh berkulit hijau ini sudah bisa beradaptasi dengan masyarakat sekitar. Mereka pun belajar untuk makan selain menu kacang hijau, dan gara-gara itulah warna hijau pada tubuh mereka semakin hari semakin memudar dan kulitnya menjadi putih bengkoang.

anak hijau woolpit

Skip skip skip, diceritakan sang adik mengalami depresi berat, sakit keras dan ia pun meninggal dunia. Sedangkan kakak perempuannya bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan hidup masyarakat Wollpit dan sudah lancar berbahasa Inggris setelah kursus privat. Ia pun tumbuh menjadi wanita dewasa yang sangat cantik, kenyal dan segar (emang ager-ager :D), diceritakan juga ia dibaptis dan memeluk agama Kristen.

Sampai suatu hari perempuan berkulit hijau tersebut menikah dengan seorang pria tampan berkumis tipis seperti pisau cukur yang berasal dari kalangan bangsawan Lavenham, perbatasan wilayah Norfolk. Namanya pun ditambahkan menjadi Agnes Barre, marga dari suaminya yang masih kerabat dekat dengan Raja Inggris Henry II.

Konon, sampai sekarang di kalangan masyarakat Inggris masih mempercayai bahwa kaum bangsawan yang mempunyai nama belakang Barre adalah keturunan langsung dari Agnes Barre, wanita berkulit hijau tersebut. Salah satu tokoh tersohor di Inggris yang merupakan keturunannya langsung adalah Sir Joh Barre dan Earl Ferrers.

Green Children of Woolpit

Seiring waktu berlalu, wanita hijau ini mulai berani menunjukkan jati diri sebenarnya kepada masyarakat. Ia memberikan kesaksian kepada mereka bahwa ia dan almarhum adiknya berasal dari Negeri yang dinamakan Tanah Saint Martin, negeri tempat ia dilahirkan tersebut hanya sedikit mendapatkan sinar matahari, suasanya selalu senja seperti di sore hari.

Tiap-tiap wilayah desa selalu dibatasi dengan sungai besar yang terang benderang. Dan semua penduduknya juga berkulit hijau sama seperti kami.

Namun saat ditanyakan oleh masyarakat kenapa ia waktu kecil bisa terdampar di lubang parit serigala, wanita itu juga tidak tahu apa penyebabnya. Yang ia ingat, saat itu mereka berdua sedang bersama ayahnya di ladang menjaga hewan ternak mereka.

Dan kemudian tanpa sepengetahuan ayahnya, mereka berdua diam-diam jalan ke tempat lain. Hingga akhirnya mendengar suara lonceng yang sangat keras, dan ternyata berasal dari dalam gua.

Merasa penasaran mereka pun masuk ke dalam gua untuk mencari sumber bunyi tersebut. Gua itu sangat panjang dan ditengah perjalanan mereka nyasar dan tidak tahu arah balik ke pintu masuk sebelumya. Hingga mereka menemukan sebuah pintu bawah tanah yang cahayanya sangat menyilaukan. Ketika melewatinya, tiba-tiba mereka mendengar suara mesin ladang yang sangat bising.

Setelah itu mereka menyadari kehadiran manusia-manusia aneh yang memiliki warna kulit berbeda dengan mereka, seketika mereka merasa ketakutan dan langsung berlari ke pintu bawah tanah tersebut.

Anehnya, pintu itu menghilang secara misterius dan sudah tertutup lapisan tanah. Mau tak mau, mereka pun akhirnya berusaha untuk keluar dari lubang perangkap serigala dan berharap manusia-manusia yang mereka anggap aneh tersebut tidak berbuat jahat saat bertemu dengan mereka berdua.

Sahabat kejadiananeh.com, di kemudian hari misteri anak anak hijau dari Woolpit ini akhirnya di ungkap oleh William of Newbridge dan Ralph of Cogestal seorang sejarawan terkenal abad 12, mereka mendengar kisah ini langsung dari pengakuan Sir Richard de Calne sendiri.

Dalam dokumentasi yang berjudul History of English Affairs (William’s Historia rerum Anglicarum, Historia de rebus anglicis), yang menceritakan sejarah negara Inggris mula-mula era tahun 1066 sampai 1198 mereka juga ‘menyelipkan’ kisah anak-anak hijau dari Woolpit ini, meskipun banyak pihak yang meragukan kebenarannya dan mengganggap kisah mereka hanyalah sebuah mitos dan cerita rakyat saja.

Fakta dan Kebohongan Legenda Anak-anak Hijau

Berbagai teori pendukung dan bantahan pun mulai bermunculan tentang legenda anak hijau. Sebagian besar rakyat Inggris khususnya penduduk asli desa Woolpit masih meyakini bahwa kisah mereka benar-benar pernah terjadi menurut kesaksian leluhur mereka. Namun berbeda dengan pendapat para ahli sejarah di Inggris dari berbagai periode jaman yang memiliki penilaian sendiri.

Juliana Horatia Ewing, Amelia and the Dwarfs (from the collection The Brownies and Other Tales, 1871)

Warna hijau selalu dikait-kaitkan dengan sosok peri, supranatural dan kehidupan dari dunia lain. Sedangkan kacang melambangkan makanan orang mati. Contohnya dalam kepercayaan rakyat Lemuria di Romawi ada festival tahunan dimana masyarakatnya mempersembahkan sesajian kacang untuk mengusir hantu jahat yang mengganggu rumah mereka.

Dan cerita tentang anak-anak hijau tidak harus kita buktikan keasliannya, karena sejarah di abad pertengahan selalu menggambarkan peristiwa politik dan konflik internal agama. Banyak keajaiban dan tanda-tanda mukjizat yang pernah terjadi, namun tidak bisa diterima oleh logika manusia masa kini.

Mungkin kisah anak anak berkulit hijau tersebut hanyalah sebuah mitologi rakyat, tapi bagaimana hal nya dengan fakta keluarga Agnes Barre, yang sampai kini pun kita masih bisa menjumpai keturunannya.

Teori Keberadaan Makhluk Alien, Astronom Duncan Lunan

Duncan Lunan seorang ahli astronom dan penulis ilmiah dari Skotlandia sangat percaya dengan kisah nyata anak-anak hijau di desa Woolpit. Tapi penjelasannya jauh lebih heboh :D.

Menurut dia, mereka adalah anak-anak alien yang berasal dari planet lain, namun tidak diketahui bagaimana cara mereka bisa sampai di bumi ini. Tak tanggung-tanggung, keterangan Duncan Lunan ini ia jelaskan dalam konferensi yang diselenggarakan oleh majalah Fortean Times.

Kesaksian Penduduk Suffolk

Versi cerita dari Penduduk Suffolk, wilayah tempat desa kecil Woolpit berada. Menurut mereka, legenda ini bukanlah karangan belaka. Diangkat dari kisah nyata yang pernah terjadi di Waylan Wood, perbatasan Norfolk-Suffolk. Diceritakan pada masa itu ada dua anak yatim piatu, si laki-laki berusia tiga tahun sedangkan usia kakak perempuannya diperkirakan beranjak remaja.

Mereka berdua diadopsi oleh pamannya yang terkenal kejam dan ingin merebut harta warisan peninggalan orang tua mereka. Saat itu sang paman menyuruh ke dua anak buahnya untuk membunuh mereka di dalam hutan.

Namun sesampainya di sana, mereka tidak tega untuk membunuh, kemudian meninggalkan mereka begitu saja di tengah-tengah hutan, akhirnya anak-anak tersebut kelaparan dan tubuhnya berubah menjadi warna hijau sebelum mati.

Versi cerita lain mengatakan bahwa sang Paman sendirilah yang membunuh mereka dengan cara memberikan racun arsenik kemudian membawa tubuh mereka yang sekarat ke dalam hutan.

Kedua anak tersebut ternyata tidak mati, mereka melarikan diri ke desa Woolpit dan diselamatkan oleh penduduknya. Namun karena pengaruh racun arsenik yang sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh, lama kelamaan mengubah warna kulit mereka menjadi hijau.

Paul Harris in Fortean Studies 4 (1998)

Teori yang mengungkap fakta anak-anak hijau yang masuk akal dan paling diterima oleh banyak orang dikemukakan oleh Paul Harris di Fortean pada tahun 1998. Menurut penjelasan Paul Harris sebelum memasuki masa pemerintahan Raja Henry II (bukan pemerintahan Raja Stephen), di wilayah Inggris Timur sudah banyak migrasi para pedagang Flemish yang berasal dari Negara Belgia dan Belanda.

Namun saat Henry II naik tahta menjadi Raja, para pedagang Flemish ini banyak mendapatkan penganiayaan akibat pertempuran perang St.Edmund di tahun 1173. Konflik ini semakin meluas hingga menyebabkan ribuan pedagang dari Flemish menjadi korban pembantaian.

Hubungan peristiwa ini dengan anak-anak hijau misterius tersebut, kemungkinan besar mereka adalah para keturunan pedagang, dan rumah mes (hunian sementara) mereka berada di Fornham St. Martin, tidak begitu jauh jaraknya, beberapa mil dari lokasi desa Woolpit yang hanya dibatasi dengan sungai besar Lark.

Saat berlangsungnya pembantaian besar-besaran itu bisa saja orang tua mereka tertangkap namun nasib mereka berdua ‘beruntung’ bisa melarikan diri ke dalam hutan Thetford Forest, dimana hutan itu sangat gelap dan hanya sedikit menerima sinar matahari.

Selama ‘bertahan hidup’ di dalam hutan itulah mereka kelaparan dan mengalami penyakit kekurangan gizi yang dinamakan Chlorosis atau dikenal juga dengan Green Sickness, dimana penderitanya akan mengalami perubahan warna kulit menjadi hijau.

Selain fenomena Green Sickness, dalam medis kedokteran juga dikenal penyakit langka Argyria yang membuat penderitanya mengalami perubahan warna kulit normal menjadi abu-abu kebiruan atau abu-abu gelap (hiperpigmentasi). Penyakit Argyria bisa disebabkan oleh pengendapan partikel perak di kulit atau kelainan genetik pada tubuh.

Sedangkan ketika mereka mencari jalan keluar, kemungkinan besar mereka mendengar bunyi suara lonceng dari gereja di St.Edmund dan setelah mengikuti sumber suara tersebut mereka berhasil sampai ke desa Woolpit. Tentang keanehan mereka yang melihat sinar menyilaukan itu wajar saja, karena mereka sudah lama tidak melihat cahaya matahari.

Dan tentang pakaian asing yang mereka kenakan dianggap berasal dari dunia lain oleh para penduduk, karena anak-anak hijau itu bukanlah penduduk asli melainkan pendatang yang berasal dari Flemish (Belgia atau Belanda). Begitupun bahasa yang mereka gunakan, tentu saja tidak dimengerti dan terdengar asing di telinga oleh para penduduk Woolpit.

Misteri Anak-anak Hijau dari Woolpit

Namun satu teka-teki pertanyaan besar yang belum mampu saya jawab, kenapa Agnes Barre ketika ia dewasa dan sudah mengerti bahasa lokal (Inggris), harus berbohong dan mengarang cerita berasal dari negeri Saint Martin yang seluruh penduduknya berwarna hijau. Mengapa ia tidak jujur saja, kalau orang tua dan saudara-saudaranya dari Flemish adalah korban pembantaian.

Entahlah kisah anak-anak hijau dari Woolpit ini sepertinya akan selalu menjadi misteri yang paling membingungkan bagi kami rakyat Inggris, ungkap Paul Harris.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tampang Memang Penting, Tapi 4 Hal Ini Bakalan Bikin Kamu Digandrungi Cewek Meskipun Nggak Ganteng

10 Foto Liburan Prisia Nasution dan Suaminya Ini Sederhana Banget, Hampir Nggak Kayak Artis. Apik!