,

Misteri Pohon Zaitun Tempat Yesus Kristus Berdoa Sebelum Disalib

Taman Getsemani yang berada di Kota Suci Yerusalem, Israel menjadi salah satu saksi penting dalam sejarah Kekristenan di masa itu. Adalah Pohon Zaitun yang diperkirakan sudah berusia 900 tahun menjadi tempat Yesus Kristus berdoa di malam terakhirnya sebelum ia ditangkap, diadili dan disalibkan oleh pasukan Romawi, hanya selang berjarak beberapa waktu selepas ia makan perjamuan terakhir dengan murid-muridnya, termasuk juga dengan Yudas Iskariot yang kelak mengkhianatinya.

Oke mending gak usah dilanjutin ceritanya aja cuy, takut-takut salah kata, nanti saya dimarahi lagi sama kamu yang kebetulan beragama Kristen hehehe. Lanjut ceritanya tentang fakta pohon zaitun yang diyakini menjadi tempat terakhir Yesus Kristus berdoa sebelum ia tertangkap. Apakah pohon zaitun yang sudah berusia ratusan tahun lamanya ini memang benar masih Pohon Zaitun yang “sama” di masa-masa Yesus hidup di dunia dulu?

Gambar Delapan Pohon Zaitun yang Berada di Taman Getsemani, Kota Suci Yerusalem Israel

Mengutip dari nationalgeographic.co.id. Sebuah ekspedisi sains dan sejarah dari Australia yang bernama Tim National Research Council (CNR) beserta Tim dari Perguruan Tinggi Italia sudah melakukan penelitian selama 3 tahun hanya untuk membuktikan kebenaran Pohon-pohon Zaitun yang berada di Taman Getsemani tersebut.

Terdapat 8 pohon zaitun dengan tekstur kulit berlekuk-lekuk kasar, dan salah satu Pohon Zaitun itulah yang sampai kini menjadi situs suci bersejarah bagi umat Nasrani. Saat tim menyelidiki, tiga dari kelompok Pohon Zaitun itu diperkirakan keberadaannya sudah ada sejak zaman pertengahan abad 12. Uji sample ini pun kemudian dilanjutkan dengan meniliti akar-akarnya yang ternyata usianya jauh lebih tua lagi.

Menurut penjelasan Antonio Cimato selaku Ketua Ekspedisi dari CNR Tree and Timber Institute di Florence. Dirinya menjelaskan kalau berdasarkan penanggalan radiokarbon yakni penanggalan radiometrik yang menggunakan isotop karbon-14 (14C) untuk menentukan usia material bahan organik objek bersejarah dengan batasan tertentu sampai usia 60 ribu tahun.

Di taman Getsemani Inilah Yesus Kristus Berdoa untuk Terakhir Kalinya sebelum ia Dikhianati oleh Yudas Iskariot yang Membawa Prajurit Romawi Untuk Menangkap, Mengadili dan Menyalibkannya

taman getsemani

Faktanya! Kedelapan pohon zaitun itu ternyata memang benar berasal dari tahun 1902, 1166 dan 1198. Dimana pada masa-masa itu, para Tentara Salib ikut terlibat langsung dalam rekontruksi Gereja secara besar-besaran di Tanah Suci yang kemudian dibangun kembali menjadi Basilica of Gethsemane di Kota Suci Yerusalem, Israel.

Namun ada juga kemungkinan kecil kalau taman zaitun pernah mengalami renovasi ulang di saat rekonstruksi gereja sedang dilakukan. Meski begitu, alasan ini juga tidak kuat untuk menyangkal kebenarannya. Sebab pohon zaitun memang dikenal sebagai pohon unik yang ajaib. Meski ia sudah ditebang bahkan dibakar sekalipun, ia masih bisa tetap hidup dan bertumbuh kembali.

Hal ini sudah dibuktikan dengan proses pengecekan DNA dari kedelapan pohon zaitun tersebut, kalau ternyata DNA pohon-pohon tersebut masih memiliki hubungan kekerabatan satu sama lain, dan profil genetik mereka merupakan zaitun kembar, semuanya masih dari satu spesimen sama.

Namun yang membuat misteri dan pertanyaan besar bagi para peneliti yaitu Pohon-pohon Zaitun itu tampaknya memang ditanam secara sengaja dan bukan kebetulan. Inilah yang membuat mereka merasa sangat heran, apa alasan sebenarnya para Pasukan Salib hanya memilih satu pohon saja yakni Pohon Zaitun tersebut padahal banyak sekali ribuan jenis pohon yang tumbuh di Yerusalem.

garden of Gethsemane

Keanehan juga tidak berhenti sampai disitu saja, meski Pohon Zaitun yang dipercaya tempat Yesus Kristus Berdoa ini sudah berusia lebih dari 900 tahun namun fisik mereka sangat sehat, masih tetap bertumbuh subur dan tidak terkena kontaminasi polusi maupun bakteri. Meskipun faktanya Pohon Zaitun memang dikenal sebagai salah satu jenis tanaman ajaib yang cukup tangguh untuk menghalau serangan wabah serangga, bakteri Xylella Fastidiosa dan proliferasi yang dikenal sebagai hama perusak tanaman paling mengerikan, ungkap Antonio Cimato.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jadi Tahanan Polres, Ridho Kehilangan Milyaran Rupiah

5 Seleb yang Nggak Ada Tampang Pakai Narkoba, Tapi Siapa Juga yang Nyuruh Menilai Orang dari Tampang