,

Persahabatan Sehidup Semati Bebek dan Monyet

Kisah nyata persahabatan sehidup semati tak hanya dialami oleh manusia saja, hewan pun bisa merasakan hal yang sama, seperti jalinan pertemanan bebek (entok) dengan monyet ini.

Sejak mereka masih kecil, sudah terbiasa hidup dalam satu rumah, saling berbagi makanan dan selalu menghabiskan waktu bermain bersama-sama di kebun majikannya. Dan ketika waktu menjelang sore, sang majikan akan memanggil mereka berdua untuk masuk ke dalam rumah.

Bagi masyarakat di pedesaan Choburi, Thailand sendiri sudah tidak asing lagi melihat kemesraan hewan berbeda jenis ini. Mereka mengagumi sang majikan yang sangat beruntung bisa memiliki dua hewan peliharaan lucu ini.

Seringkali si monyet terlihat bermanja-manjaan naik ke atas punggung si bebek seolah-olah menganggap ia adalah seekor kuda, dan saat bosan bermain pun mereka akan duduk di teras depan rumah sambil si monyet menyandarkan kepalanya di bahu sahabat kesayangannya si bebek.

persahabatan sehidup semati bebek dan monyet

Tapi dunia seakan sirik dengan kebahagiaan mereka. Pada suatu hari, petugas PLN sedang melakukan pembongkaran aliran listrik disekitar rumah majikan mereka. Dan karena kelalaian yang mungkin tak disengaja, para petugas lupa untuk merapikan gulungan kabel yang masih mengandung aliran listrik.

Seperti rutinitas yang biasa mereka jalani setiap hari, tepat di pagi hari saat si bebek dan monyet bermain bersama.

Entah kenapa saat itu si monyet merasa penasaran dengan gulungan kabel yang terletak di bawah gardu tiang. Ia pun meninggalkan temannya yang sedang asyik makan dan menghampiri gulungan kabel tersebut.

Baru saja memegangnya, ia langsung tersetrum listrik dan tak mampu untuk melepaskan diri. Mendengar jeritan minta tolong dari si monyet, bebek pun segera berlari untuk menyelamatkannya.

Tapi naas, karena mereka hanyalah hewan yang tidak mengerti bagaimana cara untuk menyelamatkan diri dari sengatan listrik. Mereka pun sama-sama tersengat dan tewas seketika ditempat.

persahabatan rela mati bebek dengan monyet

Sang majikan yang terlambat menolong, hanya bisa menangis dan meratapi hewan kesayangannya. Ia tertunduk lesu sambil sesekali memeluk tubuh mereka dengan hati yang sangat hancur.

Pagi yang indah itu seketika berubah menjadi kelam, banyak orang ramai berdatangan dan tak sanggup lagi menahan air mata, melihat dua hewan lucu yang biasa menghibur mereka dengan candaannya, kini hanya terdiam dengan tubuh yang terbujur kaku.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penguin Ini Berenang 8000 km Demi Bertemu Pria Tua yang Pernah Menyelamatkannya

Siap-siap Senam Jantung Nonton Film ‘Lights Out’ (yang Penakut Mendingan Gak Usah Nonton)