,

Ritual Kecantikan Wanita Paling Aneh dan Unik

Jika perempuan masa kini bisa memilih tampil cantik ala Meghan Trainor dengan all about the bass nya atau ingin tampil cantik ala Cherrybelle yang pakai hati. Berbeda dengan nasib perempuan suku pedalaman di berbagai negara yang masih terikat dengan adat istiadat kuno, yakni wajib mengikuti ritual kecantikan aneh yang diwariskan dari nenek moyangnya.

Seperti apakah ajaran peninggalan leluhur mereka yang konon dipercaya bisa membuat pesona kecantikan mereka semakin bertambah 10 kali lipat dan menjadi idola para pria-pria desa. Lebih jelasnya simak 9 ritual kecantikan wanita paling aneh dan unik di dunia berikut ini.

Big Is Beautiful, Mauritania

Kaum wanita di Mauritania adalah penganut pertama aliran cantik Meghan Trainor yang memiliki pandangan Big Is Beautiful. Di negara bagian Afrika Barat ini, mereka berusaha keras untuk menambah berat badan sejak masih kecil sekitar umur 8 tahun ke atas.

Menurut mereka, kemakmuran dan kharisma tinggi seorang wanita ditampilkan dari bentuk tubuh yang bulat. Intinya, semakin bulad semakin jadi idola yang digandrungi para laki-laki disana.

ritual kecantikan wanita paling aneh dan unik

Bagi keluarga miskin yang tak mempunyai suplai makanan berlebih, mereka akan melepas anak perempuannya untuk diurusi keluarga besan ataupun tetangganya. Begitu penting arti kegemukan disana, sebab para lelaki di Mauritana akan merasa sangat beruntung jika berhasil mendapatkan istri super gemuk.

Katanya, hal itu semakin menambah gairah bercinta mereka serta akan membawa hoki dalam kehidupan rumah tangganya.

Tato Permanen Wanita Suku Pedalaman Amazon

Perempuan amazon menilai bahwa arti kecantikan sesungguhnya adalah memiliki kreativitas untuk melukis di tubuh sendiri dengan mengukir tatto permanen dari darah hewan di bagian kulit wajah dan seluruh tubuh mereka.

Hal ini menggambarkan bahwa perempuan amazon tidak bergantung pada peranan laki-laki, dan mereka pun sudah terbiasa berburu untuk mencari makan sendiri.

Fungsi lain dari tatto yang berpadu dengan pakaian minim mereka akan membantu kamuflase penyamaran saat berburu hewan. Dan kabar baiknya, para pria-pria amazon menganggap seorang wanita bertato memiliki kharisma sensualitas berbeda dibandingkan dengan wanita yang mempunyai tato sama sekali.

Kosmetik Berbahaya, Mesir Kuno

Kasus perempuan menggunakan kosmetik berbahaya masih menjadi fenomena yang sering terjadi sampai saat ini. Ada banyak bahan eksperimen dalam sebuah kosmetik kecantikan dan lagi-lagi perempuan akan terjebak untuk memakainya. Mesir kuno memberikan beragam ide penggunaan kosmetik dari berbagai gambar dan lukisan yang ditinggalkan untuk dipelajari manusia modern.

Dari relief tersebut, ritual kecantikan aneh wanita mesir kuno terlihat begitu mengagumkan pesona kecantikannya dan menjadi inspirasi para produsen kosmetik dunia.

Padahal bahan yang digunakan oleh para wanita ini terbuat dari campuran biji timah dan besi logam. Meski dampaknya tidak langsung terlihat, penggunaan kosmetik berbahaya ini sangat berpotensi merusak kulit wanita secara perlahan-lahan sampai menyebabkan penyakit kanker kulit, diabetes, gangguan reproduksi dan penyakit lainnya.

Contoh unsur kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tersebut adalah Merkuri, Formalin, Phthalates dan Timbal.

Tampil Cantik ala Wanita Geisha Jepang dengan menggunakan Bedak Kotoran Burung

Wanita Jepang di jaman kuno juga pernah menggunakan metode merias wajah yang cukup nyeleneh. Bahan riasan yang digunakan memang tidak berbahaya walaupun sebenarnya agak menjijikkan. Para perempuan disana, terutama kaum geisha selalu menutupi wajahnya dengan bedak yang sangat tebal.

Tahukah kamu jika Bedak ini dibuat dari kotoran burung dan tepung beras. Kotoran burung yang digunakan untuk membuat bedak adalah kotoran burung bul-bul yang tidak berbau dan berbentuk serbuk halus.

Pengaplikasian bedak ini benar-benar menutupi segala hal yang dapat terlihat di wajah termasuk lubang hidung, kelopak mata dan bibir. Semakin tinggi dedikasi perempuan Jepang dalam membuat wajahnya menjadi putih maka perempuan tersebut akan semakin bertambah kecantikannya.

Aksesoris penutup hidung Yapping Hullo, Suku Apatani

Di suatu tempat di negara bagian Arunachal yang terletak di Pradesh, India Timur, terdapat sebuah suku yang disebut dengan nama Apatani. Suku ini tinggal di pedalaman lembah Ziro dan perempuan di tempat ini memang terkenal akan pesona kecantikannya.

Dan untuk kalangan mereka sendiri, perempuan dari klan Apatani dianggap paling cantik diantara klan suku-suku Arunachal. Keistimewaan ini tak lantas membuat mereka bahagia, justru menjadi musibah bagi mereka, karena takut menyebabkan konflik perselisihan dari klan wanita lainnya.

Untuk itu mereka membuat aksesoris hidung Yaping Hillo agar penampilan perempuan suku mereka menjadi tidak cantik lagi. Yaping Hillo adalah sebuah benda yang dibuat dari kayu bulat dan dipakai untuk menutupi hidung.

Dimana sebelumnya kedua bagian hidung mereka akan dilubangi sebelum ditancapkan kayu. Contoh paling mudah yang bisa kita lihat aksesoris sejenis dari Yaping Hillo dijaman sekarang adalah penggunaan Piercing.

Leher Panjang biar cantik maksimal, Suku Kayan

Tak kalah aneh dengan ritual unik kecantikan wanita diatas. Bagi suku kayan, penduduk asli di Burma, Myanmar. Wanita pemilik leher jenjang mengartikan lambang keseksian. Semakin panjang lehernya, semakin bertambah seksi dan semakin menggairahkan. Solusinya, kawin saja dengan Jerapah 😀

Untuk itu demi mendapatkan perhatian lebih dari pria-pria suku kayan. Para orang tua akan memaksa anak perempuan mereka sejak masih kecil untuk menggunakan cincin besar yang terbuat dari logam besi/kuningan.

Modifikasi tubuh ini akan memaksa tulang rusuk serta tulang leher menjadi bertambah panjang. Dan cincin besi ini tidak pernah dilepas seumur hidup termasuk saat mandi sekalipun. Mereka hanya akan melepasnya saat pergantian cincin leher yang berukuran lebih besar.

Tak hanya sebagai simbol cantik dan keseksian saja, konon tradisi aneh ini juga bertujuan untuk melindungi wanita suku kayan dari gigitan harimau, pencegahan dari penculikan suku-suku lainnya serta menunjukkan status sosial dan derajat perempuan dalam suku mereka.

Tradisi Aneh Gigi Runcing, Suku Bagobo

Suku Bagobo mempunyai peninggalan adat istiadat yang paling menyakitkan bagi perempuan mereka. Suku ini menganggap bahwa gigi runcing dan tajam adalah simbol kecantikan perempuan.

Ide seperti ini sebenarnya agak absurd untuk pikiran orang modern namun di daerah Mindanao, Filipina ini adalah ide yang sangat wajar dan ini merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai kecantikan. Hasilnya, rasa sakit yang luar biasa harus ditahan oleh perempuan suku Bagobo yang dipaksa untuk mengasah gigi mereka sampai benar-benar runcing.

Bagian depan gigi mereka akan dipahat dengan menggunakan sebilah kayu atau bambu. Dan proses ini sangatlah lama, bisa berhari-hari tanpa menggunakan obat bius sama sekali.

Kamu bisa membayangkan rasa sakit dan ngilunya, proses dari tradisi kecantikan yang mengerikan ini.

Telinga Panjang, Suku Dayak

Di daerah dayak negeri Indonesia kita ini, seorang wanita cantik pasti berhubungan dengan penampilan unik mereka yakni telinga menjuntai hingga mencapai batas leher. Metode pemanjangan telinga ini tergolong sederhana.

Pada awalnya perempuan suku Dayak ini akan ditindik kemudian jumlah anting akan ditambah setiap tahunnya, sehingga berat dari anting tersebut akan membuat telinga bertambah panjang. Tak hanya itu saja, usia seorang perempuan dayak bisa kita tebak dengan mudah dengan melihat jumlah anting yang terdapat pada telinganya.

Dan anting yang terbuat dari emas ini juga menunjukkan status sosial bahwa dia adalah keturunan bangsawan. Yang membedakan antara budak perempuan atau kaum wanita dari kelas bawah.

Lip Plate, Suku Mursi di Ethiopia

Jangan pernah bertanya arti kecantikan sesungguhnya kepada suku Mursi yang berada di Ethiopia. Bila menurut kamu seorang wanita cantik itu minimal berpenampilan bersih dan mulus montok. Berbanding terbalik dengan penilaian mereka, bahwa kecantikan seorang wanita hanya bisa diukur berdasarkan lebar mulutnya.

Untuk itu para remaja perempuan suku mursi ketika mereka beranjak dewasa tepat diusianya yang ke 16 tahun. Mereka akan melakukan sebuah ritual aneh kecantikan wanita yang dikenal dengan Lip Plate atau Labret, yakni merenggangkan bibir mereka agar semakin bertambah lebar.

ritual aneh kecantikan

Ritual aneh ini sudah tentu sangat menyakitkan, dimulai dengan mengiris bagian bibir bawah sampai tembus, kira-kira sepanjang 2 hingga 3 cm. Kemudian mereka akan memaksa paksa piringan bulat ke dalam irisan luka.

Piringan bulat tersebut kemudian akan diganti dengan ukuran yang lebih besar setelah 3 minggu atau 1,5 bulan. Diameter piringan berkisar antara 10 sampai 25 cm.

Tradisi ini memang sangat menyakitkan, namun bagi perempuan suku Mursi yang berani menolak, akan mendapatkan sanksi sosial seperti dikucilkan, tidak mendapatkan perlindungan serta tidak boleh dinikahi oleh pria-pria suku Musi.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nyebelin Sih, Tapi 8 Hal Ini Harus Jadi Kebiasaan Kamu Sebelum Masuk Usia 18 Tahun

Kisah Pertemuan Paling Mengharukan Setelah Berpisah Puluhan Tahun