,

Sindrom Manusia Kepiting (Lobster Claw Syndrome, Ectrodactyly)

Manusia pohon, manusia akar atau berbagai nama julukan manusia ini selalu disangkut pautkan dengan kondisi tubuh aneh seseorang yang tidak terlihat seperti manusia normal lainnya. Pernahkah kamu mendengar tentang lobster claw syndrome atau manusia kepiting? Julukan jari manusia kepiting ini merupakan kejadian langka yang terjadi pada masyarakat desa Ulutaue, Bone di Sulawesi Selatan. Hampir seluruh penduduk di desa tersebut mengidap penyakit aneh yang sering disebut dengan lobster claw syndrome. Sehingga tempat tinggal mereka pun dijuluki sebagai desa manusia kepiting.

Fenomena manusia kepiting, lobster claw syndrome atau Ectrodactyly ini kasusnya berupa penyakit yang menyerang pada pembentukan organ-organ tubuh manusia terutama pada jari kaki maupun tangan.

Orang yang mengidap penyakit ini memiliki kecacatan pada tangan atau kakinya yang membuatnya jari-jarinya terlihat seperti capit kepiting. Cacat pada tangan dan kaki tersebut membuat orang yang mengidap sindrom kepiting ini hanya memiliki 2 atau 3 jari pada tangan dan kakinya.

Sindrom Manusia Kepiting

Apa Itu Lobster claw syndrome/Ectrodactyly?

Kasus sindrom jari kepiting ini hampir sama dengan penyakit cacat tubuh yang sering disebut polidaktili yaitu kelainan pertumbuhan jari yang jumlahnya bisa lebih dari 5 jari dan biasa ditemui pada bayi baru lahir. Dan persamaannya sama-sama menyerang pada pembentukan organ tubuh manusia yang tidak sempurna.

Baik Lobster-Claw Syndrome maupun polidaktili ini tergolong kedalam penyakit yang ditularkan secara turun temurun. Yang membedakan losbterclaw syndrom dengan polidaktili yaitu jumlah jari pada kaki dan tangan. Lobsterclaw syndrom lebih ke arah tidak lengkapnya jari tetapi jika polidaktili, penderita memiliki jari lebih dari 5 pada satu tangan atau kaki.

ectrodactyly

Penyakit turun temurun ini memang sudah seperti warisan dari nenek moyang desa Ulutaue. Tetapi, meskipun memiliki kekurangan, masyarakat desa Ulutaue ini tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. Mulai dari bekerja, makan, hingga melakukan aktivitas lainnya. Tak hanya masyarakat desa di Sulawesi ini saja yang mengidap sindrom aneh Lobsterclaw tersebut.

Pianis wanita terkenal dari Korea Selatan bernama Hee Ah Lee (Lee Hee-ah) juga memiliki keterbatasan fisik yaitu pada jari yang dimilikinya. Tidak hanya memiliki cacat fisik saja, pianis terkenal ini juga memiliki masalah pertumbuhan pada anatomi kakinya yang menyebabkannya tidak bisa mengayuh sepeda sehingga sang ibu harus meninggikan pedal sepeda.

Namun, kelainan jari manusia kepiting yang diderita oleh Hee Ah Lee, tidak membuatnya patah semangat. Motivasi inilah yang membawa perempuan kelahiran 1985 ini dapat meraih beberapa penghargaan dunia.

Foto Hee Ah Lee, Pianis Terkenal Penderita Kelainan Sindrom Jari Kepiting 

Lobster Claw Syndrome

Secara umum, lobster claw syndrom ini dapat dijelaskan secara medis dan bukan mitos, tulah, santet dan semua hal yang berbau mistis. Kelainan jari Lobster claw syndrom merupakan penyakit yang menular secara turun temurun karena penyebab utamanya gara-gara disebabkan pembentukan gen yang tidak sempurna ketika bayi masih dalam kandungan ibunya.

Adanya proses perkembangan pada kromosom 7 ini menyebabkan pembentukan jari pada kaki dan tangan tidak sempurna sehingga hanya memiliki 2 atau 3 jari yang membentuk seperti capit kepiting. Hal inilah yang mendasari penyakit tersebut di sebut dengan lobsterclaw syndrom dan penderitanya yang dijuluki sebagai manusia kepiting.

Lobster claw syndrom atau dalam istilah medis kedokteran sering disebut juga dengan “ectrodactyly” ini tidak hanya menyebabkan kecacatan pada fisik saja tetapi beberapa penyakit komplikasi lainnya seperti hernia (bahasa gaulnya turun berok), gangguan pertumbuhan hingga gangguan pendengaran.

Ectrodactyly

Penyakit yang sudah turun temurun ini menyerang pada gen pembawa sehingga akan sulit bahkan terbilang mustahil untuk disembuhkan.

Losbter claw Syndrom hanya dapat disembuhkan melalui jalan operasi saja, setelah itu menggunakan kaki dan tangan palsu. Mekipun memiliki keterbatasan fisik dengan jumlah jari yang tidak lengkap, masyarakat di desa Ulutaue masih tetap melakukan aktivitas sehari-harinya dengan lancar bahkan karena sudah terbiasa, kecepatan dan keterampilan masyarakat di desa tersebut dapat dikatakan hampir sama dengan orang-orang normal lainnya.

fenomena manusia kepiting

Dengan melakukan operasi bedah, fenomena aneh manusia kepiting, lobster claw syndrome yang dialami oleh masyarakat desa Ulutaue dapat berkurang. Tetapi, karena faktor biaya operasi yang cukup mahal membuat beberapa orang tidak sanggup untuk membayarnya, sehingga lebih memilih bersyukur dan menjalani hidup apa adanya.

Karena Tuhan pasti memberikan kelebihan dibalik ‘kekurangan’ kita, contohnya seperti Hee Ah Lee, gadis cantik yang diberikan anugerah spesial dari Tuhan 😀

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Setan Juga Bisa Nongol di Dalam Rumahmu. Tempat-tempat Ini yang Jadi Favorit Para Hantu!

Biar Aja Negara Lain Sibuk Bikin Robot, Kita Siap Menguasai Dunia Selama Punya Banyak Dimas Kanjeng