,

Tradisi Kejam Memperlakukan Hewan di Berbagai Negara

Undang-undang yang mengatur tentang kekerasan dan penyiksaan terhadap hewan sepertinya tidak ‘laku’ disejumlah negara ini. Seakan kembali ke peradaban barbar, banyak tradisi kejam memperlakukan hewan  yang masih bisa kita temukan hingga saat ini. 
 
Bukan di negara terbelakang, tapi negara-negara maju yang dianggap telah berperadaban tinggi seperti Spanyol, Cina, Vietnam, Italia, Belgia dan masih banyak lagi yang tetap melangsungkan festival tahunan untuk mempertontonkan hewan-hewan malang dibunuh, disiksa demi sebuah hiburan manusia. 
 
Dari dulu sampai sekarang pun alibi mereka tidak pernah berubah, ‘Ini semua demi mempertahankan tradisi dan adat istiadat peninggalan nenek moyang kami’.
 
Sahabat kejadiananeh.com, berikut 18 tradisi kejam memperlakukan hewan di berbagai negara. Oh iya karena gambar dan videonya terlalu ‘sadis’, nanti takut bikin kamu shock, sengaja saya berikan saja detik-detik gambaran sebelum eksekusi mati yang tidak terlalu mengerikan.
 
1. Lomba Memanah Ayam Hidup di China
 
Ayam memanglah hewan ternak, tapi bukan berarti kita bisa seenaknya mempermainkan nyawa mereka begitu saja untuk sebuah acara hiburan. Dan itulah yang terjadi di Yanbian Provinsi Jilin, Cina, sebuah desa yang ditempati masyarakat keturunan Korea-Cina. 
 
Sejak tahun 2013 lalu, penduduk disana selalu menyelenggarakan perlombaan memanah ayam hidup setiap tahunnya, untuk merayakan festival musim salju. 
 
Atas nama mempertahankan kebudayaan istiadat, perlombaan ini bertujuan untuk menunjukkan keahlian memanah, dimana penduduk asli Yabian, memang dikenal jago memanah sejak zaman nenek moyang mereka.
 
Ayam-ayam malang tersebut sebelumnya digantung terbalik pada sebuah dinding es besar untuk dijadikan target tembakan. Bagi para peserta yang berhasil menembak tepat di bagian kepalanya akan mendapat nilai lebih. 
 
 
Dan hal itu terus diulangi sampai mendapatkan point terbanyak untuk menentukan sang juaranya. Terbayang bukan, bagaimana menderitanya ayam-ayam malang tersebut dalam keadaan sekarat masih saja terus dihujani dengan anak panah.
 
Perlombaan yang dianggap kejam ini banyak mendapatkan kritik tajam dari para wisatawan asing, menurut mereka sangat tak pantas memperlakukan hewan hanya untuk kesenangan dan hobi saja. 
 
Berbeda dengan ayam ternak yang memang dikhususkan untuk dibunuh namun semua itu demi kelangsungan hidup manusia.
 
2. Ritual Sadis Membelah Babi di Vietnam
 
Menjelang akhir tahun, warga Desa Nem Thuong di Provinsi Bac Ninh, Vietnam selalu menggelar ritual sadis membelah babi jadi dua, untuk persembahan Dewa Doan Thuong, sang penjaga desa mereka. Tak hanya dipenuhi masyarakat lokal saja, ribuan warga dari berbagai daerah juga menyempatkan diri untuk menghadiri ritual aneh tersebut.
 

Prosesi memotong babi ini sangatlah kejam, beberapa babi berukuran besar akan diikat kaki dan tangannya terlebih dahulu. Kemudian sang algojo membawa sebuah golok panjang dan setelah dibacakan mantra oleh ketua adat, ia pun langsung menghujamnya tepat dibagian dada sampai terbelah menjadi dua.

 
Setelah itu warga yang sudah berkumpul akan segera berebutan sambil bersorak-sorai kesenangan, mencelupkan uang mereka ke darah babi tersebut. Hal ini diyakini penuh oleh mereka sampai sekarang, bahwa darah babi yang dipersembahkan dalam ritual, bisa mendatangkan nasib baik, keberuntungan serta hasil panen melimpah di tahun yang akan datang ini.
 
3. Membakar Wajah Banteng
 
Berbicara mengenai banteng, tentu saja kita langsung teringat dengan Spanyol yang dijuluki sebagai negeri Matador ini. Tapi sayangnya, dari berbagai festival banteng yang sangat menarik di Spanyol. Ada sebuah tradisi menyiksa binatang yang masih dilakukan sampai kini oleh warga desa Medinaceli. 
 
 
Dalam tradisi tahunan tersebut, mereka akan melumuri wajah banteng dengan tar dan kemudian membakarnya. Tradisi kejam yang bernama Toro Jubilo ini dilakukan di alun-alun kota, dan banteng yang sudah terbakar wajahnya, ia akan lari kesakitan mengejar orang-orang disekitarnya. 
 
Tak jarang, banteng-banteng malang ini akan berakhir nasibnya dengan kondisi mata buta ataupun wajah setengah hancur akibat menabrak dinding kota.
 
4. Merajam Keledai
 
Selain tradisi Toro Jubilo, ada juga tradisi Pero Palo di Spanyol yang menggunakan hewan sebagai objek hiburan. 
 
Tradisi ini berawal dari kisah jaman dahulu, saat warga Villanueve de la Vera menangkap basah seorang pelaku pemerkosa, kemudian mereka menyiksanya sambil diarak keliling desa, dan selanjutnya si pemerkosa tersebut dieksekusi mati.
 
 
Kebudayaan aneh ini masih terus dilakukan hingga sekarang dengan pelaku ‘penggantinya’, yakni Keledai. Hewan malang tak berdosa ini diarak sambil disiksa sepanjang perjalanan. Para penduduk desa akan memukul, melempari batu, atau menyulut petasan di kaki keledai tersebut hingga si keledai mati karena tak kuat menahan kesakitan. 
 
Begitu kejamnya mereka memperlakukan keledai seperti pelaku pemerkosaan saja. Sampai pernah dilaporkan pada tahun 2014 lalu, ada seorang penonton yang menembak keledai ketika sedang diarak warga dengan senjata shotgun.
 
5. Menyiksa Anjing
 
Masih di negara Spanyol, tradisi lain yang tidak kalah sadis dan mengerikannya adalah menyiksa anjing. Jika banyak orang memelihara anjing dan merawatnya sebagai peliharaan rumah, lain halnya bagi Galgueros, sebuah komunitas pemburu hewan di Spanyol.
 
 
Hobi mereka yang gemar berburu, membuat mereka menggunakan Geryhound, anjing pelari tercepat di dunia untuk melacak hewan buruan mereka. Jika si anjing tidak bisa menemukan buruan tuannya, hal naas akan menimpa si anjing, karena anjing tersebut akan disiksa dengan sangat kejam hingga mati oleh majikannya. Hal itu harus dilakukan demi memulihkan harga diri dan kehormatan sang majikan.
 
Seakan sudah menjadi tradisi, kelakuan bejat para komunitas Galgueoros semakin brutal saja. Mereka sampai kini sering menyiksa anjing dengan cara menyiramkan cairan keras, mengulitinya, menyeretnya dengan mobil, bahkan menguburnya hidup-hidup. Itu semua akan dilakukan bagi anjing-anjing yang gagal menangkap buruannya.
 
6. Flying Fox Bergelantungan di Leher Angsa
 
Tidak hanya sampai di situ, warga desa Lekeito di Spanyol masih memiliki tradisi bodoh yang tetap mereka lestarikan lebih dari 352 tahun, yakni memperlakukan Angsa secara tidak wajar. Tradisi bodoh tersebut dinamakan Festival Santo Pelindung, dimana seekor angsa akan di ikat pada sebuah tali diatas sebuah kolam. 
Kemudian para peserta akan bergelantungan dileher angsa tersebut, siapa yang bisa bertahan paling lama dialah sang pemenangnya. Mirisnya, dalam festival tersebut, banyak sekali angsa-angsa malang yang harus putus kepalanya akibat tak kuat menahan berat tubuh dari manusia-manusia bodoh.
 
Untungnya, setelah dikecam keras oleh para aktivis pelindung hewan, tradisi yang mengatasnamakan agama (padahal tak jelas asal-usulnya) tersebut sudah jauh lebih berperikemanusiaan, yakni sudah menggunakan angsa mati dan bukan angsa yang masih hidup lagi.
 
7. Melempar Kambing dari Atas Menara
 
Negara Spanyol masih punya tradisi kejam terhadap hewan lainnya. Inilah tradisi yang dilakukan saat perayaan festival The San Vicente de Martir yang dilakukan di Desa Manganeses de la Polvorosa. 
 
 
Dalam tradisi yang satu ini, para warga akan berkumpul dan merayakan festival tersebut dengan melempar kambing dari atas menara. Para warga tidak khawatir tentang keadaan kambing yang mereka lempar itu karena menurut kepercayaan mereka, kambing akan tetap hidup dan tidak akan lumpuh atau cedera sedikit pun, padahal fakta dilapangan sudah bisa kita tebak :). 
 
Karena sadisnya tradisi melempar kambing ini, pemerintah Spanyol akhirnya melarang keras diadakannya festival tahunan tersebut sejak tahun 2002 lalu.
 
8. Ritual Kuil Gadhamai
 
Jutaan umat Hindu Nepal selalu membuat perayaan khusus setiap 5 tahun sekali untuk menyenangkan hati Dewi Kesejahteraan dan Dewa Keberuntungan di Kuil Gadhimai, Bariyarpur. Sebelumnya Ritual yang dilakukan pada tahun 2009, sudah memotong 250.000 burung. 
 
Dan pada November 2014 kemarin, Umat Hindu Nepal menumbalkan kerbau sebanyak 6 ribu ekor, serta lebih dari 100 ribu hewan lainnya dari Kambing, Ayam Jantan, Tikus, Burung Dara dan Babi. 
 
Ritual yang dilangsungkan selama 2 hari itu dipercaya oleh para penganutnya akan mendatangkan kesejahteraan, kemakmuran dan keberuntungan setelah Dewa Dewi Gadhimai terpuaskan.
 
Meski ini adalah bagian dari tradisi Hindu Nepal, namun aktivitas ini tak hanya dikecam keras oleh organisasi dunia PETA saja, Umat Hindu di India pun melalui perwakilan Mahkamah Agung memboikot aksi keji tradisi tersebut dengan cara tidak menerima permintaan pengiriman hewan yang akan dijadikan tumbal dalam Ritual Kuil Gadhamai tersebut. 
 

Sedangkan pemerintah Nepal hanya bisa menurunkan ribuan Aparat Kepolisian  agar tidak terjadi bentrokan antara Aktivis Pecinta Hewan dengan Jemaat Penganut Kuil Gadhamai.

 
‘Ini hal yang sangat tidak pantas, mengatasnamakan Agama untuk membunuh hewan dengan keji, ratusan ribu hewan malang tersebut dibantai beramai-ramai oleh manusia tanpa belas kasihan di sebuah lapangan luas, benar-benar seperti banjir darah tempat pembunuhan massal itu.
 
Kami mencoba berusaha menyadarkan penganut Hindu di Nepal agar melakukan pemujaan dengan cara damai tanpa harus melakukan kekejaman terhadap hewan. Dan tak ada dalam ajaran agama Hindu yang mengajarkan tradisi kejam seperti ini’, ungkap para Umat Hindu di India.
 
9. Menembakkan Meriam dengan Peluru Burung-burung puyuh
 
Memang negara Spanyol punya banyak sekali tradisi yang sangat kejam dalam memperlakukan hewan. Tradisi lain yang tidak kalah sadis juga dilakukan warga di pesisir pantai Mediterania, Spanyol. 
 
 
Dalam tradisi ini, hewan yang akan disiksa adalah burung puyuh. Setiap tahun, warga di kawasan tersebut menggunakan bayi burung puyuh yang jelas masih hidup dan menjadikannya peluru meriam. Bayi burung puyuh akan dimasukkan ke dalam meriam kemudian ditembakkan. 
 
Dan bila burung puyuh tersebut hanya mengalami luka alias sekarat, warga kemudian akan menembakinya dengan senapan sampai tubuhnya hancur berantakan.
 
10. Festival Ukweshwama
 
Untuk mewujudkan rasa syukur kepada Dewa alias Tuhan, yang telah memberikan hasil panen melimpah, suku pedalaman Zulu di Afrika Selatan pasti akan merayakannya dengan mengadakan Festival Ukweshwama. Dalam perayaan tersebut seekor banteng akan dilepaskan ditengah-tengah kerumunan penduduk di sebuah lapangan luas. 
 
 
Selanjutnya banteng itu akan disiksa ramai-ramai selama lebih dari 1 jam sampai mati. Tanpa rasa kasihan sedikitpun, si banteng yang malang akan dirobek lidahnya, dicongkel matanya serta kelaminnya dipotong-potong. 
 
Sudah beberapa kali para aktivis perlindungan hewan diseluruh dunia mengecam praktik kejam tersebut. Namun sampai sekarang tradisi kejam ini masih bisa kita jumpai. Alasan pemerintah Afrika Selatan melegalkan hal itu karena ini dianggap sebagai tradisi kebudayaan Suku Zulu.
 
11. Menggemukkan babi dengan cara sadis
 
Tak kalah menuai kontroversial dengan Festival tahunan di Negara Taiwan. Di negeri tersebut terkenal ritual Pigs of God, yakni menggemukkan sadis seekor babi sampai berat badannya melebihi batas kewajaran. 2 tahun sebelum ritual ini dimulai, para pemilik babi akan memaksa hewan ternaknya untuk makan sebanyak-banyaknya. 
 
Tak jarang dari mereka sampai tidak mampu untuk berdiri lagi. Bila muntah pun akan terus diberikan makan lagi. Beberapa pemilik bahkan mengebiri babi-babi mereka tanpa anestesi (obat bius), dengan keyakinan ini akan membantu mereka mendapatkan babi yang lebih gemuk.

Prosedur ini sudah pasti menyebabkan kegagalan organ dalam tubuh dan luka tekanan yang disebabkan berbaring tidur untuk jangka waktu yang sangat lama. 
 
Dan yang paling sadis, sebelum festival dimulai babi-babi akan dihias seluruh tubuhnya dengan cat warna dan mereka dipaksa makan pasir serta butiran logam agar semakin menambah berat badan mereka. Setelah puas diarak keliling kota, mereka pun akhirnya disembelih. 
 
Tahukah kamu kalau berat babi-babi ini sendiri bisa mencapai 700 kg sampai 900 kg. Konon, Ritual Pigs of God ini bertujuan untuk memamerkan harta kekayaan dan kekuasaan para etnis minoritas di Taiwan yang menganut agama Hakka.
 
12. Memutar anjing seperti gasing agar terhindar dari penyakit rabies
 
Seakan kembali ke jaman Batu, di Negara Bulgaria tepatnya di bagian tenggara ada sebuah desa bernama Brovodilo yang masih mempertahankan tradisi memutar anjing seperti gansing dengan menggunakan tali. Konon, tradisi ini bertujuan agar menghindarkan anjing-anjing jalanan dari penyakit menular rabies.

Mereka akan digantung pada sebuah tali bambu diatas sungai Veleka, setelah itu akan diputar-putar sampai talinya terlepas sendiri, dan anjing tersebut jatuh ke dalam sungai. Meskipun tidak sampai membuatnya mati, tapi tetap saja kejam bukan. Lagian apa hubungannya penyakit rabies dengan ritual aneh ini.
 
Sempat berhenti praktek ritual ini pada tahun 2006 setelah dikecam keras oleh para aktivis penyayang hewan dari Animal Rights Sofia. Namun kenyataannya tradisi ini masih tetap dilakukan secara diam-diam oleh penduduk desa setempat.
 
13. Bergulat dengan Kuda
 
Lagi-lagi Spanyol, ah elah bosan kali dengarnya hahaha. Tenang-tenang ini yang terakhir :D. Tradisi bergulat dengan kuda atau dijuluki dengan Rapa das Bestas ini merupakan tradisi peninggalan nenek moyang warga kota Galicia di Spanyol yang tetap dipertahankan sejak 403 tahun lalu. Sebelum acara festival tersebut dimulai, para warga Galicia akan mabuk-mabukan terlebih dahulu. 
 
Kemudian mereka akan memanjat bukit dan mengejar-ngejar kuda liar yang sudah dipersiapkan untuk menjadi lawan gulat mereka. Satu ekor kuda biasanya dikerubuti 4 sampai 5 orang, setelah kuda liat tersebut berhasil dijatuhkan, mereka kemudian akan mencukur rambutnya sampai habis.

Awalnya tujuan dari tradisi ini memang baik agar kuda-kuda liar bisa tampil bersih. Namun karena diperlakukan paksa, tak jarang dari kuda-kuda tersebut mengalami luka berat dari keseleo sampai mengalami patah. Meski sudah menuai protes keras dari para pecinta hewan, agar menghentikan tradisi Rapa das Bestas. Sayangnya, tradisi menyiksa hewan ini masih bisa kita jumpai sampai sekarang.
 
14. Mengurung Musang dalam Celana
 
Bukan lagi di Spanyol, tapi tradisi memperlakukan hewan dengan keji ini dilakukan di Inggris, tepatnya di daerah Yorkshire. Tradisi ini dulunya dilakukan para penambang batu bara disana, sebagai pamer kejantanan mereka. Jadi, siapa yang berani melakukan hal tersebut akan dianggap sebagai pria pemberani.

Dalam tradisi nyeleneh ini, seekor musang akan dimasukkan paksa ke dalam celana dan mengurungnya selama 5 jam lebih. Jelas, hal ini sangat sadis karena menyiksa musang sampai kelaparan, kesulitan gerak dan bernafas.
 
15. Balap Kuda Tak Lazim
 
Balap kuda memang lazim dilakukan hampir diseluruh negara. Tapi beda dengan balap kuda yang di lakukan oleh warga Italia. Dalam tradisi yang bernama Palion ini, para joki alias penunggang kuda akan minum alkohol sampai mabuk terlebih dahulu. Cerita selanjutnya sudah bisa kamu tebak!

Dalam keadaan mabuk tersebut, mereka akan berusaha memacu kudanya dengan cara apapun , termaksuk melakukan hal yang sadis agar kudanya dapat berlari kencang. 
 
Alhasil, banyak kuda yang mati terluka akibat perlakuan kasar dalam balapan ini. Karena itulah tradisi yang dilakukan 2 kali dalam setahun ini sudah dilarang oleh pemerintah Italia sejak tahun 2011 lalu.
 
16. Telan Ikan Hidup-Hidup
 
Tradisi yang tidak kalah sadis juga dilakukan oleh warga Belgia. Bukan banteng, kuda, burung puyuh, angsa, kambing ataupun anjing, tapi ikan menjadi hewan yang akan tersiksa dalam tradisi yang satu ini. Dalam sebuah festival yang disebut dengan Krakelingen dan dilakukan setiap tahun ini, puluhan ribu orang akan ikut meramaikan festival tersebut.

Hampir sama dengan festival kebudayaan pada umumnya yang mana orang-orang akan menari sambil bernyanyi dan berkeliling kota. Puncaknya adalah saat para warga menyaksikan Walikotanya menelan ikan yang dimasukkan dalam anggur hidup-hidup. 

 
Tercatat dalam sejarah, tradisi kejam orang Belgia terhadap hewan ini sudah dilakukan sejak tahun 1600an yang dilakukan oleh Walikotanya. Dan puncaknya pada tahun 2001 lalu, tradisi aneh ini seakan menjadi hal lumrah disana. Hampir seluruh warga kota Belgia ikut menelan ikan hidup-hidup yang dipimpin langsung oleh Walikotanya.
 
17. Menarik Leher Angsa
 
Mirip-mirip seperti tradisi Flying Fox Angsa di Spanyol. Di Amerika Utara, Belanda, Inggris, Jerman serta Belgia juga punya olahraga tradisional bernama Goose Pulling yang populer sejak abad 17 sampai dengan detik ini. Yaitu menarik leher angsa hidup sampai putus, dengan sebelumnya para peserta harus menggunakan kuda untuk meraih leher angsa tersebut.

Tradisi ini dilakukan sebagai bagian dari perayaan Pancake Day dan untungnya setelah tahun 2008, praktik perlombaan ini sudah tidak terlalu kejam, karena sudah menggunakan angsa mati sebagai penggantinya.
 
18. Festival Yulin di Cina
 
Sahabat kejadiananeh.com, memasuki musim panas di Cina adalah menjadi tanda bencana bagi para anjing dan kucing disana. Sebab, kedua hewan yang dikenal sebagai sahabat terbaik manusia ini akan dikumpulkan dalam perayaan tahunan yang dikenal sebagai Festival Yulin. 
 
Lebih dari puluhan ribu anjing dan kucing akan disiksa, dikuliti, dibakar dan dimasak hidup-hidup dalam festival tersebut. Maaf untuk gambarnya saya tidak sertakan, sedih banget melihatnya 🙁
 
Tak hanya menuai protes para pecinta hewan di Cina saja, hampir diseluruh dunia termasuk juga Indonesia, jutaan orang sudah beberapa kali mengirimkan petisi kepada Pemerintah Cina untuk segera menghentikan tradisi terkutuk ini. 
 
Tapi sayangnya pemerintah Cina tidak bisa berbuat apa-apa, sebab membunuh anjing dan kucing di negara cina bukanlah sebuah perbuatan ilegal dan tak ada konsekuensi hukum terhadap perbuatan itu. 
 
Terlebih festival Yulin ini adalah peninggalan leluhur mereka yang dipercaya bisa membawa keberuntungan serta daging-daging mereka sangat baik untuk kesehatan. Dan pemerintah Cina hanya bisa menindaklanjuti secara hukum, jika hewan-hewan tersebut didapatkan dari hasil curian dan bukan yang sengaja diternak. 
 
Padahal fakta dilapangan berbicara lain, lebih dari 70 persen anjing dan kucing tersebut adalah hasil curian yang diambil paksa dari rumah majikannya. Tragis memang tapi itulah kenyatannya. Semoga saja di tahun 2016 ini tradisi kejam Yulin tidak akan terulang lagi dan stop untuk selama-lamanya. Kita doakan saja, Amin 🙂
 

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 Tipe tanda lahir pada bayi yang wajib dikenali

100 Gambar, animasi bergerak, DP BBM Mudik Lebaran terbaru dan terlengkap